FERROUS
  • WpView
    Reads 729
  • WpVote
    Votes 173
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 10, 2020
Ketika jiwa mulai meronta. Tentang diri ini, hidup ini, dan cinta ini. Semua tampak rumit, itu menurutku. Aku bagai besi berkarat yang tak berguna. Perlu proses penyepuhan untuk mengembalikan kilau ku, dan dia hadir menjadi perak dan menyepuhku menjadi besi yang bersih berkilau tanpa karat, dan kini aku bisa digunakan kembali. Setiap manusia mempunyai beban hidup dan berat menurut pandangan pribadi. Percuma, tak perlu menjelaskan pada siapapun tak akan ada yang memahaminya, hanya dirimu seorang. Kimia pelengkap hidupku, dan Dia penyempurnanya. Lalu bagaimana dengan si dia? Aku Ferro aku kuat. Percayalah bahwa setiap jiwa punya benteng untuk melindungi darinya dari rasa sakit, apapun jenis sakitnya. Akankah Fero bisa bahagia? About love and Life🌾 kisah aku, kau, kita dan kalian.
All Rights Reserved
#700
islamic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Sampai di Titik Ini
  • Can Be With Love ✅
  • Aliquando [SLOW UPDATE]
  • KONSEKUENSI HATI
  • Takdir Semesta
  • [1] Salah Khitbah [TAMAT] ✔️
  • TAKDIR ANGELINA CHRISTY (END)
  • BACKBURNER
  •  CAHAYA

"Apa benar kamu menyukaiku Elva?" Mendengar pertanyaan Ayden, mata Elva terbelalak. Dia sangat terkejut. Dia mematung, mati kutu di tempatnya. "Lihat aku Elva dan jawab dengan jujur.." Ayden meminta pada gadis yang diam dan menunduk tersebut. "Elva.." Panggil Ayden lembut, gadis itu masih saja terdiam. Setelah sekian lama, Elva pun berbicara. "Kak, Elva minta maaf ya. Tapi apa kakak ingat ketika Elva menawarkan makanan siang itu, sebelumnya aku membuatnya sendiri dengan niat memang untuk diberikan pada kak Ayden. Elva gak tau bagaimana, tapi aku sadar bahwa perasaan itu menguasai diri Elva. Sekarang, Elva berani mengakui kalau Elva menyukai kak Ayden karena sikap baik yang kak Ayden punya." Elva berbicara sambil menunduk. "Apa kamu tidak berani menatapku Elva?" Ayden memandang Elva yang masih menunduk. Elva menggeleng. Ayden menghela nafas berat. "Elva.., aku menghargai kejujuranmu dan terimakasih karena telah menyukaiku. Berat hati aku mengatakan ini, tetapi aku harus memperjelas semuanya. Ayden yang kamu kenal ini bukanlah seperti lelaki yang pantas diharapkan Elva. Jangan membuang waktumu untuk menyukaiku. Sebab apa? Aku ini memiliki setumpuk beban dalam diriku, jangankan membahagiakan wanita lain yang datang ke dalam hidupku, menyelesaikan masalahku sendiri aku belum mampu. Diriku sampai di titik ini masih seorang lelaki yang terjebak dalam masalah dan dihantui oleh mimpi buruk masa lalu. Pernah sekali aku mencari cinta yang lain tapi ujungnya aku kembali terjatuh pada lubang yang lebih dalam. Dan sekarang, aku tidak ingin membuatmu masuk ke dalam lubang ini." Elva menangis? Tentu saja. Lantas bagaimana setelah kejadian ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines