Tentang Rasa

Tentang Rasa

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 31, 2021
Assalamualaikum teman. Ini hanyalah sebuah ungkapan rasa. Hanya ada sedikit aksara yang akan terangkai menjadi sebuah kata. Ini berisi tentang ungkapan perasaan yang tak bisa dikatakan dengan lisan. Biarlah untaian kata-kata ini yang mewakili setiap rasa. Menyimpan kenangan tentang berbagai peristiwa, baik suka maupun duka. Saat aku menuliskan setiap kata dan kalimat, mungkin aku sedang dalam keadaan bimbang, mungkin juga aku sedang menikmati turunnya rintik hujan, merasakan keheningan malam, atau memandang indahnya langit biru. Karena pada saat itu, imajinasiku sedang berkelana. Ia membayangkan tentang banyak hal. Mengingat bahagia juga pedihnya suatu peristiwa. Dan pada saat itulah, secara otomatis akan terangkai kata-kata. Entah sempurna atau bahkan terangkai begitu saja tanpa ada keindahan dalam rangkaian kata-kata itu. Sekian dariku. Selamat membaca teman. Wassalamualaikum.
All Rights Reserved
#19
untaiankata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI
  • Pikul Pilu Pada Pulangmu
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)
  • Rembulan Yang Sirna
  • eudaimonia
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • Semua Memukul (✅)
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • My Wish
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)

Aku tidak menulis ini untuk semua orang. Hanya untuk kamu- yang pernah merasa hilang, tapi bahkan tidak tahu ke mana harus pulang. 365 hari. 365 puisi. Tanpa jeda. Awalnya, ini hanya tentang menulis... lalu selesai. Tapi semakin jauh, aku mulai sadar- seperti ada sesuatu yang ikut menulis bersamaku. Sesuatu yang lebih jujur tentang luka daripada yang berani kita akui. Kalau kamu pernah: • tersenyum, tapi kosong • dikelilingi banyak orang, tapi tetap sendiri • atau hidup... tanpa benar-benar merasa hidup hati-hati. Buku ini bisa terasa terlalu dekat. Di dalamnya ada: luka yang tak sempat diberi nama, rindu yang kehilangan alamat, dan doa-doa yang hanya berani hidup dalam diam. Ini bukan sekadar tulisan. Ini jejak. Atau mungkin... pengakuan. Beberapa orang bilang, ada bagian yang terasa seperti ditulis khusus untuk mereka. Kebetulan? Atau... kamu yang memang sedang dipanggil? Mulai dari hari pertama. Kalau tidak ada yang kamu rasakan, kamu bebas pergi. Tapi kalau kamu memilih untuk tetap tinggal- bersiaplah. Karena mungkin, yang perlahan berubah bukan kata-katanya... melainkan kamu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines