We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Tentang Rasa

Tentang Rasa

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 31, 2021
WpInfo
Poetry
Assalamualaikum teman. Ini hanyalah sebuah ungkapan rasa. Hanya ada sedikit aksara yang akan terangkai menjadi sebuah kata. Ini berisi tentang ungkapan perasaan yang tak bisa dikatakan dengan lisan. Biarlah untaian kata-kata ini yang mewakili setiap rasa. Menyimpan kenangan tentang berbagai peristiwa, baik suka maupun duka. Saat aku menuliskan setiap kata dan kalimat, mungkin aku sedang dalam keadaan bimbang, mungkin juga aku sedang menikmati turunnya rintik hujan, merasakan keheningan malam, atau memandang indahnya langit biru. Karena pada saat itu, imajinasiku sedang berkelana. Ia membayangkan tentang banyak hal. Mengingat bahagia juga pedihnya suatu peristiwa. Dan pada saat itulah, secara otomatis akan terangkai kata-kata. Entah sempurna atau bahkan terangkai begitu saja tanpa ada keindahan dalam rangkaian kata-kata itu. Sekian dariku. Selamat membaca teman. Wassalamualaikum.
All Rights Reserved
#82
untaiankata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Surat Untuk Perasaan Yang Tak dimengerti
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)
  • UNREQUITED LOVE
  • 31 Months for You (Revisi)
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Tertulis Dalam Doa

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines