Hanya Perpisahan

Hanya Perpisahan

  • WpView
    LECTURES 19
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., avr. 18, 2020
Laki-laki yang terlalu lemah hati Dia pernah satu kamar dengan saudara sendiri Dia bahkan berharap mereka akan selalu bersama sampai tugas mereka selesai Dia terlalu percaya dengan omongannya sendiri Namun dia tidak sadar akan apa yang saudaranya inginkan dalam hati Dia ini pamit pada saudaranya di suatu hari Aku pengen keluar cari suasana baru ! Mau kah kau ikut denganku ? Dia bertanya Oh aku lagi ada urusan yang harus dikerjakan Lain kali aja iya ! Jawab saudaranya Dia mulai keluar dan mencari suasana baru Disana dia bertemu orang-orang baru Dia mulai akrab dan bercanda bersama teman-teman barunya itu Namun dia pun harus siap berpisah dengan teman-teman barunya itu Dengan potret-potret foto sebagai kenangan yang dibagi untuk satu persatu Dia pun ingin menangis karena harus berpisah namun dia tidak ingin dilihat oleh teman-temannya itu Dia pun akhrinya memilih untuk menangis di gerbong kereta api Tiba di kamarnya dia langsung tidur karena capek atau lelah rindu. Setelah dia bangun dia melihat ada pesan dari saudaranya itu Eh kamu Uda balik ? Tanya saudaranya Iya ! Jawabku singkat Eh aku mau bilang sesuatu kalau aku mau pindah dari kamar itu, hari ini Dia langsung diam dan tidak menjawab Dan langsung keluar dari kamar untuk menangkan diri di sebuah warung kopi dengan alasannya agar tidak melihat saudaranya pindah di depan matanya. Pada Malam hari Laki-laki itu pun balik dari warung kopi ke kamarnya itu,pas dia buka pintu ternyata barang-barang saudaranya sudah dibawah olehnya. Dia pun sedih sekali dan mulai meratapi di kamar itu dan dia menulis di kertas "saya tidak mengerti kenapa saudara saya meninggalkan saya untuk sendiri disini " Ditempelnya ke dinding dekat mejanya dan membaca ulang tulisan itu sembari meneteskan air mata. Nahas ! Dia telah kelihangan 2 rekan sahabat atau saudaranya di hari yang sama. meskipun ini hanya perpisahan tapi Dia merasa sangat kehilangan.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Cerita Tentang Kita
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • ALEYA~~
  • GRIZLEN {On Going}
  • MY LOVE STORY
  • Wrong Feeling ~Namon~
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu