We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Destin
  • WpView
    Reads 141
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 27, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Tentang Adara yang lebih menyukai matahari dari pada bulan, karna baginya matahari cukup menjadi penerang untuk hidupnya yang kelewat gelap. dimana dia harus mengejar cinta seorang Azka Gavriel Gibadesta yang berhati batu, belum lagi masalahnya keluarganya yang rumit. Dia cuma butuh azka untuk menjadi mataharinya. hingga suatu titik dimana dia mengetahui alasan azka tidak mengizinkannya masuk ke hatinya. "Sekuat apapun kamu mencoba masuk ke hati saya kamu gak akan dapat tempat. jangankan masuk mengetuk hati saya saja tidak bisa" ~ Azka Gavriel Gibadesta "Hmm.... kalo takdir berkata lain kamu bisa apa, bahkan terkadang takdir suka bermain-main" ~ Adera Nataliel
All Rights Reserved
#301
adara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Frozen Heart [HIATUS]
  • Arsyilazka
  • AURORA
  • My star
  • BAD BOY SEKOLAH (SELESAI)
  • NAKALA DAN TAWANYA
  • ADARA [END]
  • SLOWLY
  • Bintang [end]

❆ 'Karena dingin itu menenangkan' Bukan, bukan istilah untuk dinginnya seorang Anskara. Sikapnya yang cuek, perilakunya yang kasar, dan cara bicaranya yang kadang menyakitkan tentu bukan hal yang menenangkan. Tapi perihal dingin yang mungkin bisa menjadi alasan 'dia' bertahan. Perihal dingin yang dianggap bisa menyembuhkan. ________________ "Kamu itu kaya es batu, beku, dingin, keras, tapi aku suka." • • Ini tentang masalah hati yang tak kunjung terselesaikan. Hati yang terlanjur beku. Sulit untuk seorang Flowerrina menemukan sedikit cinta, untuk balasan dari perjuangannya. "Hatimu yang beku membuatku hampir menyerah." Anskara itu kasar. Anskara itu keras. Anskara itu dingin. Anskara itu luka. Tapi, Flowerrina mencintainya. Bukan tentang cinta yang datang karena terbiasa. Tapi karena luka yang membuatnya menjadi biasa. Bertahun lamanya menoreh luka, cukup bukan untuk membuatnya mati rasa? "Jadi, bolehkah aku memberi kehangatan untuk hatimu yang membeku? Karena hatiku sudah terlatih untuk menjadi sekuat baja dan setegar karang." - Flo, gadis pecandu es batu. ___ {don't copy my story or my quote!} ©milaakharima

More details
WpActionLinkContent Guidelines