My Posessive Senior

My Posessive Senior

  • WpView
    Reads 323
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Mon, Oct 9, 2023
"Dih serius deh gue aja gak kenal sama lo jangan seenaknya bilang kalo gua pacar lo gitu dong. Tau nama lo aja gak pernah.jangankan pacaran nembak gue aja gak pernah".ucap avril menjelaskan. "Lo ngode buat gue nembak lo?".Tanyanya sambil tersenyum miring. "Gak gitu ya?! Gila aja". Cowok itu mendekatkan wajahnya dengan gadis yang ada di depannya saat ini.detik berikutnya gavin menatap mata gadis itu intens dan membuat avril bahkan tidak bisa bernafas karena tatapan yang tuduh itu. "Kamu mau gak jadi pacar aku". Tanyanyalembut . "Apa sih lo...... bisa bisa nya nembak cewek seenak jidat" . Jengkel avril menatap Gavin sebal. Cowok itu tak tinggal,diam ia menyisihkan rambut gadis itu ke belakang telinganya dan membisikkan sesuatu yang membuat avril terdiam. "Lo tau gak? Semakin lo lawan semakin gue suka sama lo ". Bisik cowok itu tepat di telinga avril.dan membuat gadis itu tidak bisa ber kata kata lagi.
All Rights Reserved
#910
boyfriend
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AFIKA [ END✔ ]
  • Chance Of Love | 2 ✔
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • POSESSIVE ARVIN [GS 2]
  • Be Yours
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • Every Nook And Cranny [FIN]
  • Rent a Love Saboteur
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • Amazing April [END]

Cantik, pemberani, labil dan memiliki anger issues. Seperti itulah Afika di mata orang-orang. Suara hentaman, pukulan serta erangan sudah tak asing lagi di telinganya. Semenjak ia kenal dengan seorang pria bernama Sean, entah kenapa tiba-tiba saja Afika dihadapkan dengan banyaknya masalah. Namun di sisi lain, masih ada sosok Afkar yang dikenal sebagai cowok dengan penuh rasa sabar, ia terus berada di samping Afika baik dalam keadaan suka maupun duka. Ah, kalau bukan karena berhutang budi, Afkar juga enggan berurusan dengan gadis itu. "From now and on, your being my girlfriend, ok? Gue nggak terima penolakan, titik." "Lo itu lebih dari apapun di hidup gue, Fik. Jadi gak usah aneh-aneh deh, atau gue bakalan cepuin hal ini ke Bokap lo?" "Stress, pokoknya gue stress kenal lo semua! Gue muak!!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines