Me and My pain

Me and My pain

  • WpView
    LECTURAS 22
  • WpVote
    Votos 23
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, abr 27, 2020
Aku selalu bertanya pada diriku sendiri, "Apakah bertemu denganmu adalah sebuah kesalahan?" "Apakah menyukaimu adalah sebuah kesalahan?" "Apakah memilih untuk bertahan dengan dirimu adalah sebuah kesalahan?" "Apakah mencintaimu sedemikian dalamnya adalah sebuah kesalahan juga?" Aku tidak pernah menyalahkan takdir yang telah mempertemukan kami. Kami sempat berselisih paham, saling menjauh, saling menyakiti diri sendiri. Itu semua terjadi hanya karena kesalahan kami sendiri. Ku pikir sudah usai, tapi mengapa? "Mengapa kita di pertemukan kembali?"
Todos los derechos reservados
#227
depresi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Hopeless
  • Our Story • 00 line ✔️
  • Ar.
  • ANGKASA
  • [END] Blind Rainbow
  • Our Red String (Nomin)
  • I'm Not Perfect ||《NA JAEMIN》
  • Destiny | Na Jaemin
  • Limerence | NJM
  • NA JAEMIN; boys with life[✔️]
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido