Laura Anindita

Laura Anindita

  • WpView
    Reads 554
  • WpVote
    Votes 131
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 23, 2020
Mencintai seseorang itu tak semudah yg dilihat. Harus merasakan yg namanya berkali-kali patah hati, dan ngerasain bagaimana rasanya buat selalu mengalah dan berjuang. Semua itu telah di rasakan oleh sosok gadis yg tengah duduk dibangku sekolah menengah atas, Laura Anindita namanya atau yg sering di sapa rara. Bukan hanya mengenal yg namanya cinta serta konsekuensi yg diterima, tapi ia juga merasakan bagaimana susahnya dalam menghadapi sebuah konflik dalam kehidupan keluarganya. Pasti kepo kan sama alur ceritanya? Kalo gitu let's go di baca ceritanya Terus jangan lupa buat: -vote -coment Kritik dan saran dari kalian sangat-sangat berguna bagi aku. SALAM MANIS DARI AUTHOR😚
All Rights Reserved
#2
taktergapai
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He Wrote My Name Wrong
  • Troublemaker's
  • G in Luv (END)
  • WAITING YOU  [ Hiatus ]
  • DEVIAN [END]
  • Almost Mine - 3 Alasan Aku Menolakmu!
  • The Unplayed Song (GL)
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • This Is My Dream

He Wrote My Name Wrong Wattpad by barelyunknown SMA Harapan Baru katanya sekolah penuh "cinta pertama". Katanya sih. Nyatanya? Hari pertama orientasi aja aku udah dapat partner paling nggak ramah sedunia-Raynald Ezra, si cowok tinggi berkacamata yang ngomongnya kayak dosen dan nggak pernah senyum. Meira Anindya enggak pernah menyangka kalau hari pertamanya di SMA akan dipenuhi kejutan-terutama kejutan bernama Raynald Ezra. Cowok cuek dari kelas sebelah itu bikin Meira salah tingkah sejak insiden kecil di hari MOS. Tapi bukan SMA namanya kalau perjalanan cinta mulus-mulus aja. Mulai dari beda kelas, cewek berhijab yang selalu bareng Ray, sampai kenyataan bahwa Ray punya masa lalu yang belum sepenuhnya ia lepas. Sementara Meira sibuk memahami perasaannya, Ray juga diam-diam menyimpan rasa-rasa yang belum pernah ia tunjukkan ke siapa pun sejak kehilangan orang terdekatnya. Satu hal yang pasti: keduanya sama-sama belum siap untuk jujur... bahkan pada diri sendiri. Di antara tumpukan tugas, eskul, dan jantung yang deg-degan tiap ketemu di lorong sekolah, Meira dan Ray belajar satu hal: cinta pertama enggak selalu tentang kata yang sempurna, tapi tentang siapa yang bikin kamu ingin menulis ulang segalanya-termasuk nama seseorang, meski awalnya kamu salah tulis.

More details
WpActionLinkContent Guidelines