my rain

my rain

  • WpView
    LECTURAS 179
  • WpVote
    Votos 25
  • WpPart
    Partes 11
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, dic 2, 2020
WpInfo
Fanfic
Wanna One
"Ma gimana keadaan jihoon " tanya yena sambil menangis. "Siapa yang suruh kamu disini, semenjak kamu lahir banyak kesialan yang menimpa keluarga mama!!" bentak mamanya "Ma yena disini cemas sama keadaan jihoon tapi kenapa mama selalu gini" jawab yena pilu. "Apa dengan rasa cemas kamu bisa nyembuhin jihoon,ingat jihoon ngak butuh cemas kamu!!" kata mamanya dengan bentakan lagi. "Disini apa salah yena ma,sampai mama marah sama yena" tanya yena. "Kalau mama tau kamu bakal jadi malapetaka bagi keluarga mama, mama ngak akan sudi ngelahirin kamu" bentak mamanya. Kalimat itu bukan sekali dua kali yang keluar dari mulut mama, bahkan semua omongan pedas itu sebagai makanan sehari hari gw, ya Tuhan hentikan semua ini. ~yena
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Unknown Character [revision on progress]
  • Twins Different ( End )
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Lovely - Kim Doyoung[✓]
  • Hujan di Langit Aresta
  • My Brother | X1

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido