Story cover for KEYRA by SindiAulia105
KEYRA
  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Apr 19, 2020
"Key?"

"Keyra?"

"Keyra!!,lo kenapa sih hah?" kata alvino dengan suara tinggi dan menarik paksa tangan cewe ituu.

"Kenapa lo bilang?" jawab keyra sambil menghentakkan tangan alvino dengan kasar

Keyra menghela napas berat,dia sudah tak sanggup lagi menahan bulir air mata nya.sebenarnya dia tidak mau terlihat lemah dihadapan ALVINO REYNANDIKA org yang teramat disayangi nya tapi dia terlanjur kecewa dengan sikap alvino terhadap dirinya

"Gue emang cinta sama lo,gue emng mengharapkan lo,gue emng takut kehilangan lo vin,tapi bukan berarti lo bisa sesuka hati mainin perasaan gue" ucap keyra dengan napas memburu dan air mata yang terus menerus jatuh dipipinya

Alvino terdiam

"Gue bisa lelah vin,gue bisa kecewa,dan gue bisa memutuskan untuk PERGI"keyra sengaja menekan kata terakhirnya,dia kecewa.

Tak berharga kah dirinya?keyra memang bukan siapa siapa nya alvino,dia yang mencintai alvino sejak awal tapi apakah alvino harus berbuat sesuka hatinya?keyra memilih pergi,dia tidak mau terlihat begitu lemah dihadapan seorang ALVINO REYNANDIKA.


Penasaran sama kelanjutanya? pasti dong
All Rights Reserved
Sign up to add KEYRA to your library and receive updates
or
#305keyra
Content Guidelines
You may also like
IMDL by Nayuna12
39 parts Ongoing
hanya ada kesunyian di antara keduanya sebelum sebuah pertanyaan terlontar dari bibir sang gadis untuk memecah keheningan. "Avinn, Aku kalo jadi princess cocok gak?" Tanya Nabila sambil menatap berbinar ke arah Alvino. "Cocok.. " "jadi nenek sihir nya" lanjut nya sambil menahan tawa melihat ekspresi Nabila yang sudah cemberut. "Masa nenek sihir sih?! Yang cakepan dikit kek!" "Sebenarnya semua peran cocok, tapi kalo ga di peranin," langsung ngibrit lari meninggalkan Nabila sendirian di sana "ALVINOOO!!" mengejar nya sambil membawa sendal yang sebelumnya sudah ia lepas terlebih dahulu dan bersiap untuk melemparnya. "Kalo ketangkep Aku potong Kamu jadiin sate bakar!" Ucap Nabila penuh amarah sambil terus berlari mengejar Alvino. "Sinii, tangkep kalo bisa!" Tantang Alvino pada gadis mungil di belakangnya, yang sudah menatap permusuhan ke arah nya. "Serasa di kejar bebek Gue," "APA KAMU BILANG?!" "Ampun Sayanggg!!" Cerita ini mengisahkan tentang dua remaja yang saling menyukai namun tertutup gengsi yang tinggi, Si cowo Alvino Putra Reynaga dan Si cewe Nabila Yaza Derandra. Akan kah mereka akan bersatu setelah melewati banyak rintangan untuk bisa bersama ataukah mereka lebih memilih mengubur perasaan masing masing? maaf apabila banyak typo atau cerita ga nyambung karna ini cerita pertama yg aku buat , jangan lupa buat vote dan komen! Dan jangan jadi siders, harap hargai karya seseorang! ⚠️ tukang copy?huss huss sana. apabila ada kesamaan nama tokoh, tempat atau alur aku minta maaf mungkin itu ketidaksengajaan karna aku bikin cerita ini murni dari pikiran aku sendiri . mengandung kata kata kasar⚠️ dan bucin akutt, kalo baper tanggung sendiri
Don't Talk About Money by catheryn99
55 parts Complete
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
You may also like
Slide 1 of 9
INI CINTA BUKAN BENCI cover
My Name is SYANARA (COMPLETED) cover
Rasa yang tertahan(On Going)  cover
COMPLICATED cover
Perfect Love cover
IMDL cover
Don't Talk About Money cover
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
STITCHES cover

INI CINTA BUKAN BENCI

23 parts Complete

"Seharusnya ini cinta bukan benci tapi kamu sendiri yang membuat cinta ini menjadi benci, Masa masa itu masih tajam di ingatanku kak, disaat kita saling sembunyi dalam ego kita masing - masing. Aku tahu kamu masih mencintaiku, tapi kamu tidak bisa jujur dengan hati kamu sendiri... Entah apa yang kamu pikirkan, aku nggak perduli. Sekarang semua telah berubah. Aku hanya mengenalmu dengan sikap dan tatap saja. Tak pernahkah terlintas di pikiranmu tentang aku? Sejujurnya aku rindu, tapi untuk apa. Kamu takan mengerti. Aku harap dapat pergi dari keadaan ini. Ya, mungkin tak sanggup karna satu kesalahanku, mencintaimu terlalu besar..." Ujar Aira kepada pria yang ada dihadapannya itu. Rafy hanya terdiam seribu bahasa, semua perkataan Aira membuatnya berpikir. "Sekarang, lebih baik kamu pergi. Aku udah nggak perduli. Kamu ingin tahu kan isi hatiku? Itu isi hatiku" Aira pergi berlari menjauh dari Rafy. **** *Guys.. Jangan lupa dibaca ya ceritaku, maaf kalau masih ada salah salah kata. Maklum, masih baru* 😊😊