We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Utang Budi

Utang Budi

  • WpView
    Reads 2,964
  • WpVote
    Votes 173
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 6, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Apa kamu boneka ayah?" Dia menatapku sekilas, dengan wajah lempeng. Selempeng talenan. "Heh! Ivan!" Bicara dengannya benar-benar menguji kesabaran. Pria tanpa ekspresi itu hanya tak bergeming. Benar-benar menyebalkan. "Apa kau menikahiku karna utang bidimu pada ayah, hah?" "Kalau tau, tidak perlu bertanya," jawabnya ... datar. Ingin sekali aku teriak di depan wajahnya dan mengusir dia dari kamarku. Kamar yang sekarang aromanya tercemar oleh ... parfumnya. Menyebalkan.
All Rights Reserved
#927
suami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maaf, Cakra!
  • My cold husband [KTH] COMPLETE ✅
  • Kim hanbin my husband💕💕
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • I LOVE YOU | Taennie
  • ADRIAN THE OF OBSESSION
  • Gairah Terlarang Karena Ceritamu
  • SEN KANAN BELOK KE HATIMU (END)

🐥Please vote setelah membaca🐥 "Mungkin bagimu pernikahan kita tidak ada artinya, Tapi bagiku pernikahan ini sangat berharga, meskipun didasari oleh perjodohan dan tidak ada cinta didalamnya." lirih Cakra Zalendra menatap istrinya lekat "Jadi mau kamu apa? Aku tidak mencintaimu dan tidak akan pernah, didalam hatiku ada seseorang yang ku inginkan untuk jadi suamiku dan itu bukan kamu." kata Nafisa Zavira tanpa menoleh sedikitpun pada lelaki yang saat ini menjadi suaminya "Aku tidak menginginkan sesuatu yang berat. belajarlah mencintaiku, Jadilah istri yang baik untukku, kamu pikir aku mencintaimu? Tidak sama sekali, tapi aku menerima pernikahan ini dengan ikhlas" sang suami menunduk, bulir air mata lolos begitu saja melewati pipi "Menurutmu itu adalah hal yang mudah, bagiku sangat sulit, Aku akan tetap melaksanakan tugasku sebagai istri, tapi aku tidak yakin untuk mencintaimu." Nafisa mengelus pipi suaminya. diseka air mata itu "Ya. setidaknya kau masih mau menerima pernikahan ini." Cakra tersenyum "Setidaknya untuk saat ini." Nafisa menatap wajah sang suami lekat. Cakra mengangguk Bagaimana kelanjutan kisah perjodohan Cakra dan Nafisa? Apakah akan ada cinta yang hadir di hati Nafisa untuk suaminya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines