MyPsycho
  • WpView
    Reads 213
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 3, 2020
Autor POV "Lo tau ini darah siapa?" Tanyanya tanpa memandang Angelina. Masih sibuk membilas belati itu yang mungkin, telah memakan banyak korban. Angelina diam. "Orang yang mencampuri urusan gue. Terutama Lo" ucapnya dengan menunjuk wajah gadis didepannya. Angelina menunjuk dirinya sendiri. "Gu..gue?" Tanyanya terbata. Andra mengangguk. Membuat Angelina bersusah payah menelan salivanya. "Seharusnya iya. Tapi-" Ucapannya terpotong. Dia mendekat. "Lo terlalu spesial buat gue" ucapnya dengan berbisik disamping telinga Angelina. Membuat gadis itu membulatkan matanya lebar.
All Rights Reserved
#197
psycho
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • No Cerai No Pisah!
  • Sejarah Kita
  • Angel(o)
  • My Devil Husband [END]
  • Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔)
  • The Story Of Aghea
  • Pasangan Aneh (END)
  • Tokoh Utama
  • Belia & Keandra (END)

Devon menyodorkan surat cerai tepat ke depan muka Rosa. Pria itu tak terlihat main-main. Pada akhirnya pernikahan yang mereka lalui tidak berhasil meskipun Rosa sudah mencoba sebisanya. Rosa menginginkan Devon. Sangat membutuhkan kekuasaan keluarga Wijaya yang berada di genggaman Devon. Dia tak bisa pergi, tak akan mau. Ketika Rosa tengah memutar otak untuk menunda perceraian ini, tiba-tiba saja petir menyambar Devon secepat kilat! "Ja-jangan mati!!!! Ambulans! Tolong, siapa saja panggil ambulans!" jerit Rosa dengan derai air mata bercucuran. Sementara itu, Devon bergeming di tempatnya. Asap-asap hitam mengepul keluar dari sekujur tubuh dan perickan listrik seperti melompat-lompat di atasnya. Namun bukan itu yang penting. Sebuah suara melengking yang pria itu kenal jelas, merasuki kepalanya dengan kurang ajar. Devon bisa mendengar suara isi pikiran Rosa tanpa sepengetahuan wanita itu. Dan darahnya dibuat mendidih. 'Siapa bilang laki-laki ganteng di dunia ini cuma Devon? Cuih! Manusia macam dia mending bertapa di gunung jadi biksu. Percuma dikasih istri secantik aku kalo matanya nggak dipake,' ujar Rosa dalam hati. Gigi Devon bergemeletuk menahan amarah. "ROSA!!" --- Baca lanjutannya di Innovel/ Dreame Gratis!

More details
WpActionLinkContent Guidelines