Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
RUN
  • WpView
    Reads 190
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 18, 2020
[HIATUS] Adrenalin Anne terpacu saat suara ibunya terngiang dengan jelas di telinganya. Seperti sebuah teriakan langsung dan beresonansi tanpa henti di gendang telinganya. Seperti diperintahkan melalui sistem, Anne melangkah dengan cepat, seolah dia tidak kenal apa itu lelah. Mengejar takdir yang bahkan dia tidak tahu di mana ujungnya berada dan bagaimana ujungnya nanti. Anne hanya mengandalkan insting dan ke mana intuisinya mengarah. Entah dia akan tiba di ujung sesuai dengan yang diharapkan kedua orangtuanya, atau hanya sampai pertengahan dan kehabisan tetesan darah yang mengalir di dalam dirinya. Hanya satu perintah yang Anne tahu dan mengerti sejak kecil: "Lari, Anne! Lari."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • To Kill a Queen
  • #1 The Prophecy: a different world
  • New Me : 0
  • Lentera Lily
  • Nusa Bintaris: Alternatif Paradoks
  • My Beloved Wife
  • Alenara; Living in a Fairy Tale
  • Agatha [ End ]
  • Two Hearts, One Mission [Complete]
  • TRANSMIGRASI ANNATA

Desas-desus itu tersebar. Dimulai dari kalangan pelayan dan suruhan di Arendelle. Tidak perlu waktu lama bagi mereka, untuk mengetahui sesuatu terjadi di dalam istana. Tidak lagi, sejak pintu istana terus terbuka. Namun mereka menyadari posisi mereka. Tak sanggup untuk berbicara, apalagi mengadu. Terdiam akan nasib, mereka memutuskan tidak melakukan apa-apa. Menutup mata, dan menganggap hal itu tak pernah terjadi. Dimulai dari kalangan pelayan, desas-desus itu akhirnya sampai ke telinga petinggi Arendelle. Hal ini membuat orang-orang dengan kedudukan itu, menjadi agak resah. Mereka mengetahui sesuatu, namun mereka teralu segan bertindak. Hingga akhirnya desas-desus itu menjadi sesuatu yang tidak lagi dibicarakan. Tak pernah ada yang berani membahasnya. Mereka yang tahu, hanya mengangkat bahu, atau berpura-pura berpaling. Walaupun, mereka digelayuti oleh beban besar di hati mereka. Dosa besar yang tak termaafkan. Tak terampuni. Tapi, apakah mereka sanggup melawannya? Saat ini, tak ada yang berani berucap. "Itu tak pernah terjadi. Tidak mungkin.. Diam, dan jangan kau ungkit lagi." Hardikan halus, namun berbahaya itu selalu menluncur keluar dari tiap bibir orang yang tahu. Namun itu cukup untuk membungkam siapapun, dengan mata ketakutan dan kulit pucat pasi. Musim dingin abadi kembali menyelimuti Arendelle. Bukan musim dingin yang membekukan tulang, dan membuatmu mengigil memohon. Melainkan situasi dingin, yang sangat membuat frustasi, cemas, dan mengkhawatirkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines