RUN
  • WpView
    Reads 190
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 18, 2020
[HIATUS] Adrenalin Anne terpacu saat suara ibunya terngiang dengan jelas di telinganya. Seperti sebuah teriakan langsung dan beresonansi tanpa henti di gendang telinganya. Seperti diperintahkan melalui sistem, Anne melangkah dengan cepat, seolah dia tidak kenal apa itu lelah. Mengejar takdir yang bahkan dia tidak tahu di mana ujungnya berada dan bagaimana ujungnya nanti. Anne hanya mengandalkan insting dan ke mana intuisinya mengarah. Entah dia akan tiba di ujung sesuai dengan yang diharapkan kedua orangtuanya, atau hanya sampai pertengahan dan kehabisan tetesan darah yang mengalir di dalam dirinya. Hanya satu perintah yang Anne tahu dan mengerti sejak kecil: "Lari, Anne! Lari."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inside You
    Inside You
    "Coba Atha tebak, apa yang jauh di mata tapi dekat di hati?" "Usus." "ATHAA!" ___ Begitulah Atha di mata Netha. Serius, dingin dan kaku. Jika Netha selalu mengejar Atha, maka Atha selalu mengejar uang. Jika Netha selalu mencintai kehadiran Atha, maka Atha selalu mencintai pelajaran hitung-hitungan. Jika Netha selalu berambisi mengejar untuk mendapatkan Atha, maka Atha selalu berambisi untuk mengejar cita-citanya. Netha dan Atha. Keduanya bagaikan langit dan bumi, Yin dan Yang serta air dan api. Sedikitpun tak ada celah bagi Netha untuk mendapatkan Atha dalam hidupnya, Atha yang selalu melihat ke depan, Atha yang selalu bergerak maju tanpa memerhatikan sekelilingnya membuat Netha harus mengejar sosok itu dengan cepat. Hingga pada akhirnya Netha berhasil menghadang jalan Atha, gadis itu menjulurkan tangan agar dapat berjalan bersama-sama namun ditepis dengan cepat oleh Atha. "Lo tahu? Rasa lo itu cuma sekedar ambisi buat ngedapatin gue. Gue enggak mau buang-buang waktu buat ngeladenin orang kayak lo." -Atha Adithya- "Kamu selalu jalan ke depan, natap ke depan, buru-buru tanpa mencoba menikmati setiap momen di samping kamu. Memangnya di depan ada apaan sih?" -Netha Fanindita-
    WpPart
    Complete
    HAGA : Becoming the Father of the Villain Twins
    HAGA : Becoming the Father of the Villain Twins
    Haga jadi ayahh?? [KARYA AKU ASLI YA. BUKAN TERJEMAHAN] Haga tadinya adalah seorang laki-laki biasa yang bekerja keras sedari remaja untuk menghidupi dirinya dan adiknya. Namun, sekarang Haga malah bertransmigrasi ke novel yang sering dibaca oleh adiknya. Yang lebih buruknya lagi peran Haga adalah seorang ayah yang sering mabuk-mabukan, memukuli orang, bermain dengan banyak wanita, dan melakukan kekerasan. Ditambah lagi, ia harus menjadi seorang ayah dari kedua anak kembar yang di masa depan akan menjadi antagonis dalam novel tersebut. Ini seriusann??? -Haga **** Ayah" suara anak kecil membangunkan Haga yang sedang tertidur. "Ayahh" panggilnya lagi membuat Haga merasa risih. "Ava lapar, ayah" suara anak kecil itu masih memenuhi telinga Haga. "Kalo laper masak lah" Haga yang tadinya masih tertidur dalam posisi telentang, langsung membalikkan badannya hingga memunggungi asal suara. "Tapi nggak ada makanan yang bisa dimasak, Ayah. Kian butuh makan, badannya panas" "Ayah, Ava mohon. Kian sakit. Harus makan" "Ayah" tidak henti-hentinya anak kecil itu menganggu Haga. Haga tadinya merasa risih dan kesal karena tidurnya diganggu. Namun, tak lama ia merasakan ada hal yang aneh. 'Ayah??' Mengapa ada yang memanggilnya ayah? Mana mungkin adiknya memanggil dirinya ayah 'kan. Menyadari keanehan itu, Haga langsung membuka matanya. Ia dapat melihat seorang anak kecil perempuan dengan badan yang sangat kurus dan tubuhnya penuh luka. Rambut panjangnya yang berwarna pink bergelombang juga terlihat kusut tidak beraturan. "Kamu.... siapa?" ⚠️ Warning ⚠️ - Slow update - Buat yang mau plagiat, hushhhh sana jauh-jauh, pergi dari sini
    WpPart
  • hay mantan !!
    hay mantan !!
    Deara yang asal nya seorang putri seorang kaya raya bermanjakan fasilitas serba wah, harus menerima perubahanan takdir nya yang tiba tiba menjadi seorang anak yatim piatu miskin, setelah jiwa nya secara tiba tiba bertransmigrasi ke raga seorang figuran dalam novel, yang merupakan mantan pacar dari seorang antagonis pria. Demi mengembalikan kembali kehidupan mewah nya dan menghindari takdir tragis pemilik tubuh yang mengenaskan, Deara memilih untuk mendekati kembali Derzy sang mantan cinta monyet Deara asli yang seorang pewaris tunggal kaya raya, untuk ia manfaatkan harta nya. "Hay mantan, masih ingat gue?" "Masih donk pasti ya, karena kenangan di antara kita gak semudah itu buat di lupa in." "Gak pernah ada kata kita diantara kita, hanya ada kata end." _____ "Seberapa yakin lo dengan kemampuan lo?" Deara "Yakin lo tanya itu ke gue? gue bisa lakukan apa pun itu tanpa batasan, bahkan uang gue gak berseri asal lo tau, juga seluruh di diri lo bisa gue beli, lo totalin tu semua, jantung, ginjal, hati dan keseluruhan organ tubuh lo bisa gue beli." sombong nya menatap angkuh. ______ "DEARA LO NGERAMPOK GUE?!" "Lah kok lo ngamok, kan lo sendiri yang bilang kalo lo bisa lakuin apa pun itu tanpa batasan, bahkan dengan bangga nya lo pamer kalo uang lo gak berseri." "Balikin kartu gue." "Gak , gue masih mau beli pulau pake ini." "
    WpPart
    TRANSMIGRASI ANNATA
    TRANSMIGRASI ANNATA
    ANNATA GRABELIA NICOLE gadis dengan tampang polosnya. Apa yang kamu pikirkan dengan tampang polos? Cengeng? Oh tentu tidak, dibalik tampang polosnya Annata adalah gadis berdarah dingin dan licik. Tampang polosnya hanyalah topeng semata yang di gunakan untuk memanipulasi musuhnya ataupun targetnya. Bagaimana jika Annata masuk ke dalam dunia novel? Menjadi protagonis? Antagonis? Namun itu hanyalah angan-angan nya kenyataannya Annata hanyalah menjadi "FIGURAN" yang hanya muncul sekali saja. "Ini dimana? Kok di hutan sih" "Bukannya tadi ketembak ya?" "Hai nona" "Heh suara apa itu? Ih serem banget" "Disini nona" Miaaww "Lah kucing? Jadi tambah merinding ah masa ada yang omong tapi gada wujud nya" "Ini saya nona kucing imut ini" "Eh?" "Iya nona, saya sistem 01 yang akan menemani anda selama di dunia novel ini" "Saya menggunakan wujud sebagai kucing" "Hah? Novel?" "Iya novel, nona memasuki novel 'little girlfriend' yang menceritakan-" Kalo kepo cusss aja ygy
    WpPart
    Complete
  • War of The City
    War of The City
    #5 dalam Science Fiction (25 januari 2018) #10 dalam Science Fiction (22 Juni 2017) #16 dalam Science Fiction (9 mei 2017) "Duarrrr!!!"ledakan bergumandang di seluruh kota. Perut bumi mengeluarkan apa yang dia pendam selama ini. Beratus ratus mesin yang haus akan manusia keluar dari dalamnya. Destrucprotic dan Humansprotic berlomba lomba membunuh dan menyedot manusia yang dalam sekejap bisa musnah. Berlari tidak ada gunanya. Sudah tidak ada tempat yang aman di kota. Di tengah kekacauan seorang gadis bernama Wizzy Lailyrose berpisah dengan adik kesayangannya. Namun ia bertemu dengan seorang pria yang menolongnya dari kecaman mesin mesin jahat itu. Namanya Steve palmer, siswa terkaku dengan julukan "Si patung kelas". Dari sanalah dimulai perjuangan mereka yang setengah mati bertahan untuk tetap hidup. Wizzy dan seluruh penduduk kota berniat untuk balas dendam. Maka perang tak terelakan lagi. Perang pemberontakan yang tidak akan pernah dilupakan. Perang yang menentukan mau dibawa kemana kota itu nantinya. *jangan copas yaa😊
    WpPart
    Complete
    Bukan Denyut Terakhir, kan?
    Bukan Denyut Terakhir, kan?
    Orang-orang melihatku dan mereka melihat kesempurnaan. Anna. Wanita karier dengan tatapan setajam pisau bedah dan senyum yang bisa memenangkan negosiasi miliaran dolar. Mereka melihat menara baja yang tak tergoyahkan. Mereka tidak salah. Tapi mereka juga tidak benar. Karena di balik setiap presentasi yang sempurna, di balik setiap senyum yang terkendali, ada sebuah retakan. Sebuah rahasia yang berdetak di dalam dadaku, menghitung mundur waktu dengan irama yang tak beraturan. Setiap pagi, aku membangun kembali benteng pertahananku. Memakai topeng baja, merapikan setiap retakan agar tak terlihat oleh dunia. Aku adalah arsitek dari kebohonganku sendiri, dan aku sangat, sangat ahli dalam pekerjaanku. Ada tiga orang yang mencoba meruntuhkan dindingku. Seorang dokter yang menatapku dengan tatapan penuh duka seolah sudah melihat akhir ceritaku. Seorang rival dari masa lalu yang mengawasiku dengan kecurigaan seorang predator. Dan seorang wanita yang melahirkanku, yang cintanya sedingin es namun menuntut kehangatan yang tak bisa kuberikan. Mereka semua mencoba menyelamatkanku dari sesuatu yang tidak mereka pahami. Mereka tidak tahu bahwa monster yang sebenarnya bukan berasal dari luar. Ia hidup di dalam diriku. Namaku Anna. Dan rahasiaku akan membunuhku. Pertanyaannya adalah, apa yang akan hancur lebih dulu? Tubuhku, atau topengku?
    WpPart
    Complete
  • Glitch
    Glitch
    Glitch (completed) ------------------------------------------------------- "Neo lagi apa, Yah? Aku mau bicara, dong." "Siapa?" "Neo. Udah bangun belum dia?" "Neo siapa, Lin?" Aku bersumpah jantungku berhenti berdetak selama beberapa detik. "Maksud Ayah apa?" "Lah? Itu kamu tadi nanyain siapa? Mau bicara sama Bi Dedeh?" "Yah ... jangan bercanda." Bahkan sambil mengatakannya, aku tahu Ayah tidak sedang bercanda. Aku tahu ada sesuatu yang salah. "Ngomong apa, sih, kamu? Lin, udah dulu, ya. Ayah hampir telat berangkat kerja." "Tunggu! Tolong jangan bikin aku tambah pusing, Yah. Aku mau bicara sama adikku!" Hening selama beberapa detik. "Sepertinya kepalamu benar-benar keras terbentur." "Maksudnya?" tanyaku di tengah degup jantung yang tak karuan. "Alin, kamu gak punya adik. Kamu itu anak semata wayang." *** Dalam sebuah perjalanan kereta, Alin, seorang gadis remaja berusia tujuh belas, terbangun dari tidurnya. Saat itu, ia menyadari beberapa hal terasa sedikit berbeda dari sebelum ia jatuh tertidur. Termasuk, bayangannya sendiri di cermin. Mengapa ia mengenakan pakaian lusuh dan ketinggalan jaman? Mengapa sahabat terdekatnya tidak mengenalinya? Dan yang paling penting, ke mana perginya Neo, adik kesayangan Alin yang tiba-tiba raib seolah ditelan bumi? Apa yang sebenarnya terjadi pada Alin? Atau... pada dunia ini?
    WpPart
    Complete
    in ROOM
    in ROOM
    Apa yang kau lakukan jika setiap harinya kau terbangun di ruangan yang tidak kau kenal di dalam sebuah fasilitas layaknya seorang pasien-tahanan? Apa yang kau lakukan jika ada rentang memori yang hilang dalam benakmu? Apa yang kau lakukan jika kegiatanmu dalam delapan jam kedepan akan kau lupakan meski kau tak berniat untuk itu? Dan apa yang kau lakukan jika petunjuk yang kau punya hanya tiga kalimat yang terus berdengung dalam kepalamu, 'Ada sesuatu ditubuhmu.' 'Kau lihat, jangka waktu memorinya hanya sekitar tujuh jam.' 'Terlalu berbahaya membedah otaknya.' Aku mengalaminya... Entah berapa tahun aku seperti ini, dan aku bahkan tak pernah melihat wajahku lagi sama sekali. Tidak ada cermin, tidak ada petunjuk waktu yang jelas, dan tidak ada istriku disini. Dan itu terjadi hari demi hari. Hingga suatu hari, kesempatan untuk 'cari tahu' itu datang.
    WpPart
    Complete
  • To Kill a Queen
    To Kill a Queen
    Desas-desus itu tersebar. Dimulai dari kalangan pelayan dan suruhan di Arendelle. Tidak perlu waktu lama bagi mereka, untuk mengetahui sesuatu terjadi di dalam istana. Tidak lagi, sejak pintu istana terus terbuka. Namun mereka menyadari posisi mereka. Tak sanggup untuk berbicara, apalagi mengadu. Terdiam akan nasib, mereka memutuskan tidak melakukan apa-apa. Menutup mata, dan menganggap hal itu tak pernah terjadi. Dimulai dari kalangan pelayan, desas-desus itu akhirnya sampai ke telinga petinggi Arendelle. Hal ini membuat orang-orang dengan kedudukan itu, menjadi agak resah. Mereka mengetahui sesuatu, namun mereka teralu segan bertindak. Hingga akhirnya desas-desus itu menjadi sesuatu yang tidak lagi dibicarakan. Tak pernah ada yang berani membahasnya. Mereka yang tahu, hanya mengangkat bahu, atau berpura-pura berpaling. Walaupun, mereka digelayuti oleh beban besar di hati mereka. Dosa besar yang tak termaafkan. Tak terampuni. Tapi, apakah mereka sanggup melawannya? Saat ini, tak ada yang berani berucap. "Itu tak pernah terjadi. Tidak mungkin.. Diam, dan jangan kau ungkit lagi." Hardikan halus, namun berbahaya itu selalu menluncur keluar dari tiap bibir orang yang tahu. Namun itu cukup untuk membungkam siapapun, dengan mata ketakutan dan kulit pucat pasi. Musim dingin abadi kembali menyelimuti Arendelle. Bukan musim dingin yang membekukan tulang, dan membuatmu mengigil memohon. Melainkan situasi dingin, yang sangat membuat frustasi, cemas, dan mengkhawatirkan.
    WpPart
    Complete
  • Inside You
  • HAGA : Becoming the Father of the Villain Twins
  • hay mantan !!
  • TRANSMIGRASI ANNATA
  • War of The City
  • Bukan Denyut Terakhir, kan?
  • Glitch
  • in ROOM
  • To Kill a Queen

Inside You

"Coba Atha tebak, apa yang jauh di mata tapi dekat di hati?" "Usus." "ATHAA!" ___ Begitulah Atha di mata Netha. Serius, dingin dan kaku. Jika Netha selalu mengejar Atha, maka Atha selalu mengejar uang. Jika Netha selalu mencintai kehadiran Atha, maka Atha selalu mencintai pelajaran hitung-hitungan. Jika Netha selalu berambisi mengejar untuk mendapatkan Atha, maka Atha selalu berambisi untuk mengejar cita-citanya. Netha dan Atha. Keduanya bagaikan langit dan bumi, Yin dan Yang serta air dan api. Sedikitpun tak ada celah bagi Netha untuk mendapatkan Atha dalam hidupnya, Atha yang selalu melihat ke depan, Atha yang selalu bergerak maju tanpa memerhatikan sekelilingnya membuat Netha harus mengejar sosok itu dengan cepat. Hingga pada akhirnya Netha berhasil menghadang jalan Atha, gadis itu menjulurkan tangan agar dapat berjalan bersama-sama namun ditepis dengan cepat oleh Atha. "Lo tahu? Rasa lo itu cuma sekedar ambisi buat ngedapatin gue. Gue enggak mau buang-buang waktu buat ngeladenin orang kayak lo." -Atha Adithya- "Kamu selalu jalan ke depan, natap ke depan, buru-buru tanpa mencoba menikmati setiap momen di samping kamu. Memangnya di depan ada apaan sih?" -Netha Fanindita-

More details
WpActionLinkContent Guidelines