-Chilhood Friend-

-Chilhood Friend-

  • WpView
    MGA BUMASA 136
  • WpVote
    Mga Boto 20
  • WpPart
    Mga Parte 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Fri, Apr 24, 2020
aku merindukan sesuatu di masa lalu... iya,itu kamu 'teman kecilku' Semua yang terjadi dimasa lalu,sekarang hadir kembali dengan masa dan wajah yang berbeda. semenjak itu,aku menaruh rasa padamu...apakah kamu sebaliknya? Tidak!! Aku tidak perdulikan kau akan membalas perasaanku. Aku ingin kita tetap bersama seperti layaknya sahabat sehidup semati! apakah Aldo alfarizi akan membalas perasaan Bella Safira? yang sudah lama dia pendam bartahun lamanya.. penasaran? yuu friends read this story. * * * i hope you enjoy reading it🖤
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • TCP [2] : "Reflection"
  • Between Us
  • Mencintaimu Dari Ujung Senja
  • Everything Happens for a Reason
  • True Feelings
  • For Alice | Kim Taehyung (END)
  • Cerita Tentang Kita
  • Sorry, I miss you ... ( END )

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman