Enough Before Rainbow

Enough Before Rainbow

  • WpView
    Reads 138
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 20, 2020
Teruntuk kamu, Sampai saat ini kamulah yang masih kutunggu, dan sampai saat ini juga kamu masih menjadi salah satu orang yang kudambakan. Kamu membuatku luluh, dan jatuh didalam lautan yang sangat dalam, sampai aku tidak bisa kembali ke permukaan lagi. Cerita kita memang mungkin berakhir dengan pahit, tapi tak ada salahnya aku mencoba dulu kan ? Aku harap kamu membaca ini Je.. Hidupku tidak akan lengkap tanpamu, mungkin aku yang terlalu bodoh ? Atau memang kamu yang tidak pernah sadar akan perasaan ini . Sampaikapan aku akan menunggumu ? Bukankah kita hanyalah ego yang saling menolak? Ah.... Entahlah diriku terlalu pusing memikirkan itu semua sendiri Aku hanya suka meluapkan perasaanku ini dengan menulisnya, kuharap kamu tidak ilfil ya saat membaca ini. Hidupku memanglah terlalu polos, sebab hanya kamu yang selalu kupikirkan dan tidak ada yang lain lagi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Full Of Scratches
  • SalFlo
  • You're Here, But Not For Me
  • teruntuk seseorang...
  • Cerita Tentang Kita
  • Kamu [SELESAI]✔
  • Verronica (COMPLETED)
  • Where The Feelings
  • Antara Jarak Dan Waktu

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines