Renatha's

Renatha's

  • WpView
    LECTURAS 170
  • WpVote
    Votos 21
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, may 10, 2020
"engga ah.gue gasuka berimajinasi.gue sukanya sesuatu yang nyata.kaya cinta gue ke elo" Renatha bergeming mendengar ucapan spontan dari cowok dihadapannya itu. Juan kembali tertawa kencang "Dih baper!"ejeknya Renatha menatap tajam cowok dihadapannya.kemudian ia menyumpal mulut cowok itu dengan bungkus camilannya yang telah kosong "Tai lo!!!" maki renatha Juan mengambil bungkus camilan yang berada dimulutnya kemudian melanjutkan tawanya lagi, "Bercanda sayang,jangan marah kamu diketawain bintang tuh" sambil menunjuk kearah langit "Bodoamatlah.Bangsat!!" -Hayooo!gimana?mau tau lebih lanjut?yuk baca cerita ini. seeyou💋
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DANADYAKSA
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • RAISEN
  • ATHALARIQ
  • Beautiful Tattoo (COMPLETED)
  • LOVE STORY QIANARRA
  • Berharap Denganmu
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • Felicity [On Going]
  • DIFFERENT TWINS [ END ]

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido