Renatha's

Renatha's

  • WpView
    Membaca 170
  • WpVote
    Vote 21
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Mei 10, 2020
"engga ah.gue gasuka berimajinasi.gue sukanya sesuatu yang nyata.kaya cinta gue ke elo" Renatha bergeming mendengar ucapan spontan dari cowok dihadapannya itu. Juan kembali tertawa kencang "Dih baper!"ejeknya Renatha menatap tajam cowok dihadapannya.kemudian ia menyumpal mulut cowok itu dengan bungkus camilannya yang telah kosong "Tai lo!!!" maki renatha Juan mengambil bungkus camilan yang berada dimulutnya kemudian melanjutkan tawanya lagi, "Bercanda sayang,jangan marah kamu diketawain bintang tuh" sambil menunjuk kearah langit "Bodoamatlah.Bangsat!!" -Hayooo!gimana?mau tau lebih lanjut?yuk baca cerita ini. seeyou💋
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • Sour Seventeen
  • RAISEN
  • DANADYAKSA
  • Beautiful Tattoo (COMPLETED)
  • LOVE STORY QIANARRA
  • Segitiga [END]
  • Bad Boys VS pembasmi playboy [Compeleted]
  • Berharap Denganmu

Banyak orang yang bilang bahwa cinta itu indah. Menghapus segala resah dan gelisah. Mengganti luka dengan tawa, membawa kesedihan yang melanda untuk sirna. Banyak orang yang bilang bahwa jatuh cinta itu indah. Membuat hari berwarna dan hidup menjadi lebih sempurna karena hadirnya dia. Namun, tak semua yang berkaitan dengan cinta itu semuanya indah. Tak selamanya cinta itu membahagiakan. Tak ada yang bisa menjamin bukan bahwa cinta pun bisa berakhir dengan tawa kebahagian atau sebuah luka yang disertai dengan tangisan? Ini bukan kisah di mana dua orang jatuh cinta secara diam-diam. Ini bukan kisah cinta segitiga antara tiga, anak manusia. Tapi, ini hanyalah kisah di mana ketika kita telah jatuh namun tak sadar. Telah cinta tapi tak terasa. Telah merasa sayang tapi tak pernah bilang. Dan saat di mana kita telah menyadari segalanya, justru orang yang kita cintai itu... pergi. Bukan pergi untuk sementara. Tapi selamanya. "Jika kehadiranku tak dapat membangunkanmu, lantas apakah kepergianku akan membukakan matamu?" ©Copyright2019

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan