Story cover for Vows of Eternity by Ewitamey
Vows of Eternity
  • WpView
    Reads 1,170
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 22
  • WpView
    Reads 1,170
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 22
Ongoing, First published Apr 19, 2020
Hujan turun perlahan di luar jendela kaca yang berembun. Aroma tanah basah dan kopi hitam memenuhi ruang tamu yang terlalu besar untuk dua orang asing yang tinggal di dalamnya.

Najwa duduk di pojok sofa dengan selimut tipis di pangkuan, matanya menelusuri halaman novel yang belum ia pahami sepenuhnya. Kata-kata tak benar-benar menempel malam ini. Seseorang di seberang ruangan sedang menelepon dalam bahasa yang tak ia pahami, tapi suaranya tenang... hampir seperti hujan itu sendiri.

Tengku Faiq berdiri membelakangi jendela, punggung tegap, rambutnya masih basah oleh air gerimis. Ia menutup telepon pelan dan menatap Najwa dengan pandangan yang tak menuntut, hanya mengamati. Mereka sudah tinggal bersama selama delapan hari. Tujuh malam sebelumnya berlalu dalam diam yang sopan, percakapan yang terlalu hati-hati, dan jeda panjang di antara pertanyaan sederhana.

"Esok saya harus ke Pekan. Awak ikut, atau tetap di sini?" tanyanya, nada suara datar namun tak dingin.

Najwa menutup bukunya perlahan.
"Apa harus ikut?"

Ia mengangkat alis. "Tak perlu. Tapi kalau awak mahu... ada tempat yang indah dekat pelabuhan. Lautnya seperti kaca."

Tak ada jawaban. Hanya sepasang mata yang saling menatap, seperti dua orang asing yang tersesat dalam rumah yang sama, mencoba menemukan arah, tanpa kompas yang pasti - kecuali waktu.
All Rights Reserved
Sign up to add Vows of Eternity to your library and receive updates
or
#45tengku
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
ADOPT THE FUTURE cover
intimate feeling cover
Kemelut Hati Embun cover
Promise You cover
Merayu Rasa cover
DUA MALAM DI PARIS [END] cover
The Moorati's Secretary cover
Touchpoints cover
Cooking Up Love [END] cover
Changes In The Twins' Mami cover

ADOPT THE FUTURE

37 parts Ongoing

Apakah ada yang ingin di adopsi? Secara formal, adopsi bersifat permanen dan tidak dibatasi waktu, serta umumnya dilakukan saat anak masih kecil. Namun, berbeda dengan Seira. Ia tidak diadopsi secara hukum, melainkan diasuh sementara selama masa awal hingga akhir SMA. Ini lebih mirip dengan perwalian atau pengasuhan sementara, di mana seseorang menjadi wali bagi anak tanpa adanya ikatan hukum yang mengikat. Seira akan tinggal di keluarga barunya hingga masa pendidikannya selesai. Seira menyetujui permintaan Tante Prita yang ingin menjadi walinya sementara dan menjadi orang tua barunya. Seira tidak mengira dia akan memiliki keluarga baru, lingkungan baru, dan kota baru. Seira tidak berharap lebih dengan keputusan yang dia terima, karena memang tidak mudah di saat keluarga yang sangat harmonis tiba-tiba kedatangan dengan seseorang yang akan menjadi anggota keluarga baru. Seira harus terima konsekuensinya, termasuk dengan kakak angkatnya yang sangat tidak suka dengan kehadiran Seira, anak ke dua Tante Prita yaitu Rakesh. Pria itu akan mencoba segala cara agar Seira tidak betah berada di rumahnya, agar Seira menarik surat untuk pulang ke kediaman keluarga aslinya. Apakah Seira akan tahan dengan semua kelakuan Rakesh yang mendorongnya agar keluar dari rumah terkabul? Dan apakah istilah 'takdir akan berubah sebagaimana orang itu bertingkah' itu benar?