Bintang untuk Elang (END)

Bintang untuk Elang (END)

  • WpView
    Reads 6,633,227
  • WpVote
    Votes 478,778
  • WpPart
    Parts 50
WpMetadataReadComplete Sun, Mar 7, 2021
Kejadian satu malam membuat seorang gadis polos harus terikat hubungan pernikahan dengan pria yang tidak di cintai nya. Bahkan kenal saja tidak. Semua terjadi begitu saja saat gadis yang bernama Bintang di suruh untuk mengantar kan pesanan makanan Akan kah kedua nya saling mencintai? Dan apa kah Bintang akan slalu ada untuk Elang? Dia Elang, laki laki tampan dengan sikap yang sulit di tebak Dan dia Bintang. Gadis yang di juluki sebagai wanita penyabar sedunia. ✔ Masih lengkap + Ekstra part Belum di revisi jadi alur masih berantakan.Mohon di maklumi yaaaaaaaaaaa (Cover di ambil dari Pinterest lalu di edit) Selamat membaca❤
All Rights Reserved
#4
happyending
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bintang Dilangit Senja
  • Dia Nazzam
  • (not)my dream wedding {END}
  • Rintik Hujan
  • Hidden Feelings
  • Baby of My Enemy [END ]
  • ALASKA'S (END)
  • Lupakan Aku Dan Berlayar Lah
  • PERJODOHAN GUS & NING || ON GOING
  • 180° [END]

"kita lempar yaa.. Satu.... Dua.... Tiga...!" Prilly melemparkan botol berisi kertas yang bertuliskan impiannya dimasa depan ke pantai. Aliando memandang Prily, memegang kedua tangannya. Kini dua bola mata mereka saling bertatapan. Dia mau nembak gue, yay!! batin Prily. Jantungnya berdebar kencang, kakinya mulai lemas. Tidak pernah Prily alami hal seperti ini. Prily yang dulu membencinya, kini mulai merasakan hal yang tidak pernah dirasakan sebelumnya. Cinta. Dia mulai menyadari perasaan itu. "Prill.!!" panggilnya. "Iya.." jawab Prily dengan rona mata penuh harap. "Maaf, aku harus pergi." Ali menundukkan wajahnya. Senyum bahagia Prily berubah dengan seketika, dadanya terasa sesak. "Hari ini hari terakhir kita ketemu." Lalu Ali memeluk Prily dengan erat, seolah olah ini begitu berat. "Tapi kenapa?" kata Prily lirih tanpa membalas pelukan Ali. Ali melepas pelukannya dan berlalu pergi. Prily masih diam ditempat memandang kepergian Ali. ...

More details
WpActionLinkContent Guidelines