LATHI

LATHI

  • WpView
    Reads 2,607
  • WpVote
    Votes 160
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 8, 2020
Lathi Sebuah metafora saat kata² cinta yang hanya sebuah kebohongan itu awalnya manis, tapi semakin lama hanyalah seperti rantai yang mengikat makin erat makin menyakitkan. Dan saat si gadis itu sadar akan semua kebohongan itu yang telah mengikatnya selama ini ia berusaha untuk melepasnya dengan susah payah dan berdarah darah dan hilang sudah rasa sayang itu berganti dengan sisi gelapnya yang ingin menuntut balas. Dan saat kebohongan itu coba di buat lagi, tak ada lagi kesempatan kedua dan dengan segenap tenaga si gadis menumpahkan setiap kemarahan dan kebencian hingga tuntas. "Kowe ra iso mlayu saka kesalahan Ajining diri ana ing LATHI."
All Rights Reserved
#35
aluna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Nada - nada Raka (Complete)
  • Narasi patah hati
  • Yang Pernah Patah
  • WISHES.
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Elegi Rasa : Pergi
  • Kelamkari
  • The Art of Letting Go
  • R E T A K  (TAMAT-SUDAH TERBIT)

Dia periang tapi tidak senang, dia gembira tapi juga penuh luka. Hanya berbagi kisah bahagia tanpa kesedihan. Menceritakan kasih sayang yang penuh damba. Munafik? menutup kesedihan dengan kebahagiaan? Menunjukkan "Aku kuat aku bisa, ya aku mampu!. Apa jadinya bila semua itu terjadi pada perempuan yang mendiskripsikan dirinya sendiri seperti paragfraf diatas? Dia tidak terlihat bergoyang ketika bagian patahan kayu yang kokoh itu menggores tubuhnya. Masih berdiri tegak menantang siapa lagi yang akan menenggelamkan dia dalam badai ini. Kisah yang akan di bagikan menceritakan tentang bagaimana hidupnya mulai berjalan seiring waktu yang memaikan perasaannya. Rupanya dia tidak sekuat yang dibayangkan. Goresan patahan itu ternyata meninggalkan bekas yang tidak terlihat namun dapat dirasakan. Mulai mencari penompang mencari siapa yang bisa menyanggah tubuhnya berdiri tegak kembali. Siapa seseorang itu yang bisa menyembuhkan lukanya yang ternyata kian melebar. terlalu lama ia pendam sendiri sampai tidak sadar dirinya sudah mulai rapuh dan terkikis. "Kamu? ia kamu, tolong bawa dia kembali rangkul dia sekuat mungkin, lettakan tanganmu didadanya seraya berkata " semua akan baik-baik saja".

More details
WpActionLinkContent Guidelines