Muhasabah Cinta

Muhasabah Cinta

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 26, 2020
Upload setiap Senin, Rabu, Jum'at dan Minggu selama bulan Ramadhan. ~•~ "Udah lah Aisyah lo nggak usah bahas ginian lagi, karena percuma.... Seperti yang orang bilang hati gue itu sekeras batu. Jadi kata-kata lo nggak akan mempan" "Aksa... hati manusia itu mudah bolak balik. Batu sekeras apapun jika terus menerus ditetesi air lama-lama batu itu akan berlubang dan hancur. Jadi nggak ada yang percuma" "Tapi sayangnya air yang lo maksud nggak ada dalam hidup gue" "Nanti juga ada" Aksara terdiam mendengar perkataan Aisyah kemudian tercetak senyum tipis di bibirnya, ingat sangat tipis hingga orang-orang yang melihatnya tidak akan sadar jika ia sedang tersenyum. "Lo aneh ya" "Sedikit" Aksara kembali menarik sudut bibirnya tipis, gadis yang tengah berbicara denganya ini sangat unik. Tak lama kemudian Aksara bangkit hendak meninggalkan tempat itu. "Kamu mau kemana?" Tanya Aisyah. "Mau cari air yang lo maksud" "Ha?"
All Rights Reserved
#26
fighter
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ASTAGHFIRULLAH, GUS AFZAL!
  • My star
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Gus Zidan My Husband [SUDAH TERBIT]
  • Love Story In Friendship [End]
  • Uhibbuka Fillah Gus [END]
  • ECHA MY COLD ANGEL [END]
  • Aisha Istri Gus Berandal
  • Muhasabah Cinta
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)

"Saya hanya gadis biasa yang gemar menulis, gus. Jadi, maaf jika saya hanya bisa mengabadikan sosok gus Afzal dalam sebuah tulisan." *** Nazillasya Az-Zahra. gadis biasa yang sangat suka dengan sastra. gadis dengan banyak rahasia dibalik senyumnya. salah satu cita-citanya adalah, menjadi penulis yang bisa mengabadikan banyak peristiwa dalam karyanya. menjadi seorang santriwati, tentu sedikit menganggu hobinya. namun, itu tidak menjadi alasan untuk Ia berhenti menulis. Athallah Afzal Al-Hafidz. putra sulung dari salah satu Kiyai besar pemilik Pondok Pesantren As-Syifa. lelaki bersifat dingin, cuek, dan tegas. seorang gus, yang diam-diam mengagumi salah satu santrinya. *** "Terimakasih sudah mengabadikan saya dan cinta saya, di sebuah karyamu, Nazilla."

More details
WpActionLinkContent Guidelines