NEW WORLD ON THE EARTH

NEW WORLD ON THE EARTH

  • WpView
    Reads 4,604
  • WpVote
    Votes 1,718
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 28, 2020
"Kupikir kamu gak normal" Ejek Azra pada Aron "Apa maksud kamu?" "Ternyata kamu bisa menyukaiku juga," Kini dia tersenyum malu-malu. "Pede banget!" DUARRRRR!!!! Dentuman suara itu telah membuat mereka terkejut menandakan bahwa perang semesta telah dimulai. Ya, ini bukan perang dunia lagi karena seluruh makhluk yang hidup di semesta ini turut berperang. Para hantu, Malaikat, Iblis, Penyihir, Alien, Para Duyung, Manusia, Gunung, Laut bahkan hewan dan tumbuhan pun turut berpartisipasi dalam peperangan ini. Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa semua makhluk hidup di semesta ini berperang? Bagaimana nasib bumi, dan planet lain? Dan bagaimana kisah percintaan remaja ini? Apakah ini yang dinamakan akhir dunia?
All Rights Reserved
#6
si-fi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY FANTASIA
  • The Miracle Of Crystals
  • Spaceship Universe
  • The Return Of Gods || CH || Indo
  • JUST BE MINE [END]
  • 𝐇𝐄𝐊𝐒𝐀𝐕𝐈𝐀𝐍
  • The Magic Destruction & Chaos
  • Effort 2 [ Completed ]
  • ON SIGHT (Completed)

Angin di musim semi memulai sebuah perang dingin di atas bumi. Yang aku tahu malam tahun baru tidak pernah terjadi di musim semi tapi saat ini langit seolah di hiasi oleh ribuan kembang api yang begitu indah. "Genjatan senjata selama 3 jam", teriakan tersebut benar-benar menyadarkan ku dimana sebenarnya sekarang aku berpijak "Ah...ternyata benar, tidak pernah ada malam tahun baru di musim semi". Semenjak aku lahir perang sudah terjadi, belum berakhir atau mungkin tidak akan pernah berakhir, Hari yang selalu di bicarakan ayahku saat aku masih sangat kecil, sepertinya hari seperti itu tidak akan pernah ada, setidaknya dunia nyata yang saat ini ku jalani membuktikan bahwa mustahil bagi orang-orang seperti kami akan mampu menyentuh apa yang namanya bahagia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines