Kletki Krovi D'yavola

Kletki Krovi D'yavola

  • WpView
    Reads 502
  • WpVote
    Votes 96
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 10, 2020
Seorang dokter dikagetkan dengan kemunculan penyakit baru yang menggemparkan dunia. Dia berjuang, melawan semua keanehan yang semakin lama, terus menghampiri hidupnya. Sihir gelap menyebar ke seluruh dunia. Merengut semua nyawa. Memunculkan aura jahat disekitarnya. Malam yang sangat gelap. Kegelapan menyebar. Sebuah bulan baru tercipta, hanya ada satu-satunya bintang bersinar dan para iblis dan monster berhasil bangkit seutuhnya. Dunia diselimuti kegelapan. Tidak ada cahaya di manapun, dan yang hanya dapat menghentikannya adalah .... Seseorang yang tidak menyerah dengan keteguhannya. Mentor : @Nao_Tan Original Story by : • @kritik_pedas • @haroux9283 • @Isnawati240102 • @Afogatoyou
Creative Commons (CC) Attribution
#780
imajinasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mendadak Ipar
  • Diagnosa Cinta Sang Mafia
  • NO TO RUN!
  • Hitam dan Putih (Completed)
  • Isekai Medic and Magic 2 : Diamond
  • PUTUS YUK DOK [dr. Rama & dr. Nirina]

(18+) Marriage Life. Nggak ada adegan berbahaya, tapi banyak jokes dewasa. ------- Spin-off dari "Mendadak Mama". Tapi kalian nggak harus baca MM dulu untuk paham cerita ini. ------- Iqbal Sya'bani (Iqbal). Dosen fakultas teknik yang brillian, tampan, mapan, mendadak jatuh cinta pada Luli, adik perempuan sahabatnya. Salah satu mahasiswi, yang jauh dari kata istimewa. Zulfa Nurulita (Luli). Sebenarnya dia istimewa. Dia hanya lemot. Eh bukan! Dia hanya tak istimewa dalam kemampuannya menguasai mata kuliah. Oh ya, satu lagi, wajahnya juga biasa saja. Ah, ini sih akan mudah. But, wait ..., mungkin saja kalian salah! *** "Jadi, apakah kamu menerima lamaran saya, Zulfa?" "Maaf. Belum, Pak." "Alhamdulillah." "Kok Alhamdulillah?" "Karena jawabanmu 'belum', bukan 'tidak', minimal masih ada harapan buat saya." *** Akankah harapan Iqbal menjadi nyata? Atau justru berakhir dengan tangan hampa? ------ Pecinta Fikar-Nara wajib baca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines