Story cover for Bianca by ekaffin
Bianca
  • WpView
    Reads 143
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 143
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Apr 19, 2020
Kehadiran yang tak diinginkah memang sakit. Apalagi semua hanya berpura pura menyayangi. Bagai tak dianggap dalam hidup ini. Apa yang harus di perbuat agar bisa mendapat perhatian yang sama seperti kalian wahai saudara. Apakah harus menjadi orang sakit agar bisa kalian sayangi? Apakah harus berbuat yang mustahil agar insan ini bisa dianggap ada? Apakah harus mengambil bulan di langit sana agar kalian tau bahwa insan ini masih mempunyai makna. Bukan seorang pembawa mala petaka seperti yang orang tua rambut putih itu bilang. Jiwa ini akan menjauh dari kalian. Ingat, insan putih ini akan mengubah nasibmu menjadi yang bermakna, menumbuhkan garis senyum di wajah kalian. Aku bukan malapetaka. Ingat. Aku pasti akan memperbaiki mulut mu, kepercayaanmu, dan otak mu yang menganggap bahwa aku ini penghancur bagi kalian,  camkan.
All Rights Reserved
Sign up to add Bianca to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
ELGITA  (TERBIT) cover
Miracle of Survival [END] cover
Aku dan Luka [Sudah Terbit]  cover
Breathe cover
Bulan [End] cover
Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End) cover
Memories in Moon cover
MISYELLE  cover
FINE (COMPLETED) cover

ELGITA (TERBIT)

66 parts Complete Mature

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. ⚠️ Sebagian part di hapus untuk kepentingan penerbitan. Jika ingin membaca lebih lengkapnya, bisa membeli novelnya melalui marketplace shopee penerbit: rangkai_media.id ⚠️ Gita hanya ingin hidup seperti remaja lainnya. Bersekolah, menari dan dicintai keluarganya, tapi dunia tak seindah itu. Dipaksa bertahan di rumah yang tak pernah menganggapnya anak . Gita hidup dibawah bayang - bayang kekerasan fisik dan batin. Di sekolah pun dia tak menemukan pelarian. Sahabat yang dulu dekat, kini berubah menjadi pelaku perundungan yang melukai. Sampai akhirnya, Elvan hadir. Pemuda asing yang melihat luka yang tak semua orang peduli. "Kalau mau nangis, nangis aja. Gak usah ditahan." "Menangis ngak bikin lo lemah. Kadang itu yang bikin lo bertahan." Di antara luka, hujan, dan tarian yang dipaksakan tetap indah. Gita belajar satu hal penting, bahwa bertahan bukan soal kuat atau tidak, tapi soal berani mencintai diri sendiri meski dunia terus menolak. "Aku juga pengen ngerasain pelukan dari orang yang aku panggil Mama..." "Apa Gita begitu menjijikan sampai kalian ngak mau makan satu meja pun denganku?"