Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Bianca

Bianca

  • WpView
    Reads 143
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 30, 2020
Kehadiran yang tak diinginkah memang sakit. Apalagi semua hanya berpura pura menyayangi. Bagai tak dianggap dalam hidup ini. Apa yang harus di perbuat agar bisa mendapat perhatian yang sama seperti kalian wahai saudara. Apakah harus menjadi orang sakit agar bisa kalian sayangi? Apakah harus berbuat yang mustahil agar insan ini bisa dianggap ada? Apakah harus mengambil bulan di langit sana agar kalian tau bahwa insan ini masih mempunyai makna. Bukan seorang pembawa mala petaka seperti yang orang tua rambut putih itu bilang. Jiwa ini akan menjauh dari kalian. Ingat, insan putih ini akan mengubah nasibmu menjadi yang bermakna, menumbuhkan garis senyum di wajah kalian. Aku bukan malapetaka. Ingat. Aku pasti akan memperbaiki mulut mu, kepercayaanmu, dan otak mu yang menganggap bahwa aku ini penghancur bagi kalian, camkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • FINE (COMPLETED)
  • Sejenak Luka
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Miracle of Survival [END]
  • MISYELLE
  • Diary Depresiku (END)
  • Become an Extra or Main Character [END]

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines