Bianca

Bianca

  • WpView
    Reads 143
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 30, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Kehadiran yang tak diinginkah memang sakit. Apalagi semua hanya berpura pura menyayangi. Bagai tak dianggap dalam hidup ini. Apa yang harus di perbuat agar bisa mendapat perhatian yang sama seperti kalian wahai saudara. Apakah harus menjadi orang sakit agar bisa kalian sayangi? Apakah harus berbuat yang mustahil agar insan ini bisa dianggap ada? Apakah harus mengambil bulan di langit sana agar kalian tau bahwa insan ini masih mempunyai makna. Bukan seorang pembawa mala petaka seperti yang orang tua rambut putih itu bilang. Jiwa ini akan menjauh dari kalian. Ingat, insan putih ini akan mengubah nasibmu menjadi yang bermakna, menumbuhkan garis senyum di wajah kalian. Aku bukan malapetaka. Ingat. Aku pasti akan memperbaiki mulut mu, kepercayaanmu, dan otak mu yang menganggap bahwa aku ini penghancur bagi kalian, camkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sejenak Luka
  • MISYELLE
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • FINE (COMPLETED)
  • Bulan [End]
  • don't leave daddy CH2 (END)
  • KEPRIBADIAN ZEANA (Revisi)
  • Paradise
  • Become an Extra or Main Character [END]

"Jean, Nara pinjam uang boleh? Uang jajan Nara dipotong ayah karena nilai ulangan fisika Nara turun jadi 85." "Jean, Nara boleh nebeng pulang di motor Jean, nggak? Bentar lagi ujan, Nara gak punya uang naik angkot." "Jean, boleh pinjam baju olahraga? Punya Nara disobekin sama temen-temen Nara." "Jean, kata temen Nara, Nara gak pantas jadi kakak Jean. Itu benar, ya?" "Kenapa Jean dan Arkan selalu jahat ke Nara?" *** Naraka tidak pernah mengeluh, kendati sakitnya sejak kecil tak pernah luruh. Naraka tidak iri pada saudaranya, kendati takdir begitu keji untuknya. Naraka menyayangi ayahnya, Arkan, dan Jean. Mirisnya, semuanya tidak pernah menginginkan entitas Naraka di hidup mereka. Karena Naraka cacat. Penuh cela. Naraka dibenci. Naraka disiksa. Naraka ditinggal. Naraka tidak memiliki alasan lagi untuk bertahan dengan luka. Temukan kisah perjalanan hidup Naraka bersama orang-orang tersayangnya di semesta. Membawa sejenak luka lalu pergi menghampirkan duka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines