Story cover for Vianira by singkatulisan
Vianira
  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Complete, First published Apr 20, 2020
"Apa kita? Siapa kita?" tak pernah aku temukan jawaban sampai pada akhirnya waktu yang menjawab- kita adalah koma dari sebuah kisah yang enggan berakhir menyedihkan.

Aku menginjakan kaki tepat pada setiap ruang dimana pernah ada aku, kamu, dan kita-dua orang asing yang bertemu untuk kembali asing. Aku kembali mengingat setiap cerita yang masih terekam di ingatan, wajahmu, tawamu, senyummu. Meski semua telah pudar, perasaan malah semakin menjalar.

Setiap ruang yang ada di sekolah ini terasa sangat sepi dan dingin, Vin. Tak ada kamu, teman-temanmu yang menambah warna pada masa sekolahku yang terlukis sangat indah. Izinkan aku untuk tetap disini sampai tulisan tentangmu selesai.Jika kamu bersedia datang, aku menunggumu. Kita pasti akan bertemu lagi kan? Meski di dalam imajinasi,temani aku sampai tulisan ini selesai. Setidaknya itu akan abadi, meski kita juga hampir.
(CC) Attribution-NoDerivs
Sign up to add Vianira to your library and receive updates
or
#55skizofrenia
Content Guidelines
You may also like
RUMAH tanpa pintu  by diandlyne
36 parts Ongoing
rumah itu punya dinding. punya atap. punya meja makan dan tempat tidur. tapi tidak punya tempat untuk elira merasa aman. di sana, elira tumbuh seperti bayangan. ada, tapi tak pernah dianggap. dilahirkan bukan karena diharapkan, tapi karena tak sengaja. sejak kecil, elira sudah belajar caranya diam. belajar caranya menyembunyikan luka di balik senyum, dan menyembunyikan jeritannya dalam baris-baris puisi di buku matematikanya. ia bukan anak yang cerewet, bukan juga yang mudah dicintai. tapi bukan berarti ia tidak ingin dipeluk. di sekolah, elira hanya ingin melewati hari. tapi semuanya berubah saat seorang guru baru memperhatikannya lebih dari sekadar nilai. untuk pertama kalinya, elira merasa dilihat. tapi... hidup tidak semudah itu. di saat ia mulai berharap, kenyataan kembali menampar lebih keras. masalah di rumah makin dalam, luka makin dalam, dan batas kesabaran pun makin tipis. ketika elira memutuskan diam-diam untuk pergi... barulah semua mata terbuka. tapi seperti luka yang tak segera diobati-penyesalan pun datang terlambat. ini bukan hanya kisah tentang kehilangan. tapi juga tentang suara-suara yang sering kita abaikan. tentang seseorang yang hanya ingin didengarkan... sebelum akhirnya benar-benar hilang. untuk kamu yang pernah merasa sendirian di tengah keramaian-ini kisahmu. dan jika kamu mengenal seseorang yang sering bilang "ga apa-apa", peluk mereka lebih lama. dengarkan lebih dalam. karena bisa jadi, itu adalah tangisan yang paling sunyi. 😞👍🏻 ---
You may also like
Slide 1 of 10
2 Reflection cover
Destiny. cover
Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤] cover
RUMAH tanpa pintu  cover
Terima kasih Ravindra cover
TIANNE (My Happiness Is In You) (✓) cover
Hopeless cover
Sincere (Nara) cover
SKALA (Reana) COMPLETED cover
SUARA BIA (TAMAT) cover

2 Reflection

25 parts Complete

'People come and go' sebuah kalimat sederhana, namun menyimpan segudang makna. Kadang, kita tak bisa memaksa siapa pun untuk tetap tinggal. Kadang, semesta perlahan menarik mereka menjauh, meski hati kita memohon agar mereka tetap di sini. Tapi.... Akankah cinta kita bertahan? Akankah cinta ini terus hidup, bahkan hingga maut memisahkan kita? Percayalah, tak ada seorang pun yang benar-benar mencintai momen perpisahan. Setiap perpisahan selalu membawa luka, selalu meninggalkan sepi. Kau tau? Hal paling menyakitkan dari sebuah perpisahan bukanlah sekadar kehilangan, melainkan kenangan berupa serpihan momen indah yang pernah diukir bersama. Ia tak mati, justru hidup di tiap sudut pikiran, membunuh perlahan kewarasan, meremuk remuk hati yang telah renta oleh rindu, melahap tanpa ampun jiwa-jiwa yang rapuh, meninggalkan raga yang tergolek pasrah di altar sunyi penantian tanpa ujung. Namun, kita sudah berjanji kan? Kita akan tetap berjalan beriringan, meski badai mencoba memisahkan, meski waktu perlahan memudarkan, meski dunia perlahan melupakan. Dan bila kelak akhir itu datang, biarlah aku tetap menggenggam tanganmu, dalam sunyi, dalam gelap, hingga hanya detak terakhir menjadi saksi, bahwa cinta kita tak pernah mati. ••••• Start : 1 Juni 2025 Finish : By Tres Alas