Endless Love

Endless Love

  • WpView
    Reads 273
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 1, 2020
Bahkan sejuta caraku dalam meluluhkan hatinya membuat dirinya tidak merasa cukup. -Ace Aldrich Tuhan menciptakan hati untuk mencintai bukan untuk di paksa mencintai. -Ainsley Alice
All Rights Reserved
#198
alice
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?
  • Love My Enemy
  • My Priority
  • Hanya Kamu
  • MARSHA (END)
  • Putralisha~
  • ALSHA
  • ✔ Sorry Mr Perfect (Completed)
  • dimana janji tersebut
  • Say I Love U [again]

Kamila Almeira Athaya. Gadis ceria dan menyukai hal-hal yang sederhana, seperti permen milkita dan strawberry. Karena sifatnya itu, banyak yang diam-diam menyukainya. Beberapa berani mendekat, mencoba mengukir kisah dan ada juga yang hanya bisa mengagumi dari kejauhan. Tapi meskipun banyak orang yang ingin mengisi hatinya, hati Kaila tetap tak tergoyahkan. Karena tanpa ada yang tahu, di balik tawa dan sikapnya yang ceria, ia menyimpan satu nama di hatinya, seseorang yang belum bisa ia lupakan. Seseorang yang diam-diam masih ia tunggu. Dan di antara mereka yang berusaha mendekatinya, ada satu orang yang terus bertahan, yang selalu ada di sisinya. Rama. Sosok yang mungkin, tanpa Kaila sadari sudah mulai mengisi celah kosong di hatinya. Namun, apakah Kaila akan tetap menunggu seseorang dari masa lalunya? Ataukah akhirnya ia akan menyadari bahwa cinta yang ia cari selama ini, justru ada di hadapannya? • • "Aku masih menunggumu. Meski waktu terus berjalan, meski semua orang menyuruhku melupakan. Tapi bagaimana bisa aku pergi, jika hatiku masih tertinggal padamu?" - Kamila Almeira Athaya "Gue suka dia, semua orang mungkin juga tahu. Tapi yang nggak sama orang tahu, gue selalu kalah sama orang yang disimpan dihatinya. Gue cuma bisa ada di dekatnya, berharap suatu hari dia bakal ngelihat gue... lebih dari sekadar teman." - Rama Bramantya Sakha

More details
WpActionLinkContent Guidelines