ALLETA

ALLETA

  • WpView
    Reads 155
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 23, 2020
"Aww" Ringisan seorang gadis saat merasakan perih di pipi kirinya akibat tamparan. "Dasar anak nggak tau diuntung! pergi kamu dari hadapan saya! jangan pernah kembali lagi!" Teriakan seorang wanita paruh baya. Wanita itu masuk ke dalam rumahnya dan kembali lagi dengan koper besar berwarna pink. Wanita itu melemparkan koper itu tepat kearah gadis yang berdiri dengan kepala menunduk dengan isakan tangis yang memilukan. Gadis itu mengambil kopernya dan menghampiri wanita dihadapannya hendak menyalami tangan ibunya, namun ditepis kasar, seolah jijik dengan tangan itu. Tangisan gadis itu semakin menjadi. Gadis itu segera berbalik dan meninggalkan rumah yang telah ia tempati selama empat belas tahun lebih itu. Meninggalkan kenangan-kenangan yang mungkin tidak akan pernah terlupakan. HEY! THIS MY FIRST STORY jadi maklum kalau rada amburadul, hehe
All Rights Reserved
#336
wattpad2020
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • I'M TALISA || END
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • Dear of Natasya
  • Akhir Sebuah Kisah (Ending)
  • ARUMI ALIVIA RAZETA
  • ALFHALETT
  • Anna's Secret [END]

Peringatan!! 16+ Kembali ke masa dimana ayah dan bunda ku waktu mereka masih remaja? Ah! Tidak mungkin. Keluarga? Seperti yang kalian tahu, semua keluarga adalah tempat yang terbaik untuk pulang. Lalu bagimana dengan kita yang bernasib lebih percaya orang luar daripada keluarga sendiri? Itulah aku, Karin begitu juga dengan Raga; si anak pertama. Kini kalian tahu, aku lebih tahu. Namun ku tutupi itu semua dengan perban. Perban yang tak terlihat. Apa itu? Tertawa dan senyum. Apa aku harus pergi ke masa lalu agar bunda dan ayah bisa mencintai sedari dulu dan memperbaiki semua? Ayah memang agak keras orangnya, apalagi ayah katanya dulu anak band, namun cita-citanya harus terkubur karena tuntutan ayahnya(kakek ku). Kejadian saat konser juga dialami ayah, yang membuat ia trauma, sehingga tidak memperbolehkan anaknya untuk membuat anggota band. Ternyata bunda dan ayahku memiliki trauma masing-masing, yang membuat mereka terkadang melampiaskan satu sama lain. Peringatan🚨: •Ini cerita murni yang dibuat sendiri. •Jangan menjiplak cerita, karena ada undang-undangnya sendiri. •Jika ada sedikit kesamaan cerita, itu tidak kesengajaan, terimakasih. -salam sastra- Author by: Soraya Happy reading y'all!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines