Hiduplah Selagi Hidup

Hiduplah Selagi Hidup

  • WpView
    Reads 265
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 12, 2020
aku terbangun oleh sinar sang surya yang masuk melaluli jendela yang kemudian mengarah tepat ke arah mataku. treng treng terdengar dari bawah suara paduan panci yang dikolaborasikan dengan spatula yang membuat seakan-akan kepala ini pecah ditambah dengan suara ibu yang berteriak "maliiiikkk banguuun kauuu, cepat kau ke pasar atuuuh" pertanda diriku kesiangan aku membangkit semua tubuhku yang telah lama terdiam, satu demi satu anak tangga yang jumlahnya 20 mulai ku lalui, sesampainya di bawah ibu menyambut ku dengan upacara lempar handuk yang dimana itu tandanya aku harus segera mandi
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arin & Ali
  • Bitter Life Him
  • MY TWIN MY H(EA)URT
  • Terkenang dan Terlupakan
  • Anaking
  • KAIFA HALUKI??
  • PENANTIAN CINTA
  • Datang Untuk Pergi

Rasa sayangku pada ibuku membuatku tak bisa menolak apapun permintaannya . karena hanya dia yang ku punya . permintaannya sederhanya yaitu menikah . tapi aku harus menikah dengan siapa? aku terlalu sibuk untuk membuat kantor peninggalan almarhum ayahku tetap terus berdiri dan berjaya . tak ada waktu untukku memikirkan soal pria atau mempunyai kekasih . tapi tanpa aku tau ternyata ibu memilihkan pria untuk menikahiku . pria yang sama sekali tak ku ketahui rupanya . aku hanya bisa menerima permintaan ibu dan mencoba untuk menerima suamiku . Ariane calista .

More details
WpActionLinkContent Guidelines