DAMARWULAN

DAMARWULAN

  • WpView
    Leituras 69
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, mai 19, 2020
WpInfo
Ficção
Romance
Damar Panuluh dan Wulan Monika sepasang musuh yang tak pernah kelihatan akur. Sampai akhirnya, mereka harus menjadi akrab karena sebuah drama yang mengharuskan Damar dan Wulan menjadi pemeran utama dalam drama. Damar yang tidak sengaja menemukan sebuah gelang berwarna hitam milik Wulan segera mengambilnya, dia terkejut karena digelang itu terukir nama seperti pada gelang miliknya yaitu 'DamarWulan'. Awalnya Damar mengira itu mungkin hanya karena Wulan menyukai indahnya Damarwulan sehingga gelangnya diberi nama sepeti itu. Namun, nyatanya Wulan itu adalah sahabat masa kecilnya di desa dulu. Sayang, Wulan mengalami amnesia ketika berusia 12 tahun yang mengharuskan ia pindah ke kota ini. Akankah Damar bisa membuat Wulan ingat dengan masa kecilnya lagi dan kembali bersama Wulan?
Todos os Direitos Reservados
#118
damar
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Memories in Moon
  • Cinta Dalam Diam
  • ELANG [End]
  • Complicato [END]
  • SELENOPHILE : RED MOONBOUND [TERBIT]
  • Mirélen [END]
  • My Childish Bad Boy
  • Langit Dara [End]

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo