Ninety Five - Science Four [On Going]

Ninety Five - Science Four [On Going]

  • WpView
    Membaca 287
  • WpVote
    Vote 59
  • WpPart
    Bab 17
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Agt 5, 2024
WpInfo
Non-fiksi
"Deraa, aku dukung banget tau kalo kau jadian sama Vano, jadinya kita bisa double date sama kavi." Seru Silva sambil diam diam sedang nail art dibangku barisan belakang. "Udah ah gausa bahas itu, nanti juga ada jawabannya aku gabisa kasi jawaban pasti si." Jika waktu itu Dera tau maksud perkataan sahabatnya, mungkin hubungan itu akan segera Dera officialkan. "Bukan nya pilihan mu sudah benar? Ingat sore itu kamu ngomong apa-- sama aku." "Kamu ga akan ngerti Van." Dengan tatapan sendu Dera kembali beranjak meninggalkan Vano sendirian di lorong kelas sembilan lima. 22april2020
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#1
php
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Backstreet
  • It's Me
  • Devano [Complete]
  • Revano [#1 SAVAGE SERIES]
  • Cool Ketos💣[End -- Sudah Terbit]
  • My Daisy ✔
  • The Most Wanted [SUDAH TERBIT] ✔
  • F A K E ? [End]
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔

(Cover by pinterest) (Sedang tahap revisi) Saat dirasa nafas keduanya hampir habis, Edgar pun melepas tautannya. Dengan kening yang masih menempel satu sama lain, Edgar berbisik pelan. "Janji mau nurutin perintah gue?" Keesha yang tengah berusaha menetralkan detak jantung dan nafasnya yang sedikit terengah pun hanya bisa menatap Edgar tanpa berkedip. "Jangan deket sama cowok manapun termasuk Adrian," perintahnya dengan nada pelan tanpa menghilangkan syarat akan penekanan didalamnya. "Aku gak suka." Aku? "Janji?" tanya Edgar menyadarkan Keesha dari lamunannya akan panggilan Edgar tadi. "Iyan itu pengecualian," ujar Keesha mencoba bernegosiasi. Keesha mana bisa menjauhi sahabatnya itu. "Gak ada pengecualian. Siapapun itu aku tetep gak suka kamu deket sama cowok lain," tegas Edgar. Lalu tatapannya kembali terpaku, menatap kearah bibir Keesha. Sejenak hanya ada hening menyelimuti. Sampai terdengar helaan nafas keluar dari mulut Edgar. "Maafin aku." Dan lagi, Edgar melakukannya lagi. Kali ini lebih dari yang pertama. Entah bagaimana keadaan Keesha saat ini. Tidak ada kata yang bisa mendeskripsikan keadaanya sekarang. *** Tidak selamanya aku dan kamu menjadi kita. Ada kalanya kita adalah aku, kamu dan dia. Karna kita adalah rasa yang tepat, diwaktu yang salah. Tanggal publish 26 april 2020

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan