SACRIFICIO

SACRIFICIO

  • WpView
    LECTURAS 43
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, abr 21, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
ADHARA VEGA ALGIEDI, gadis cantik, cerdas, multitalenta, famous. Kata orang hidup Dhara sempurna tanpa celah, apapun yang ia mau pasti akan ia raih. Kata orang dhara introvert. Kata orang juga dhara dingin, Susah ditebak. Yaaa itu semua kata orang, yang hanya melihat dhara dari covernya. Bagi dhara hidupnya tak lebih seperti bunglon yang harus bisa berkamuflase disetiap lingkungan. Kata siapa hidup Dhara sempurna? Dhara jauh dari kata itu. Dhara tidak butuh ketenaran, kecerdasan, atau apapun yang orang lain katakan tentang dirinya. Dhara hanya butuh kebahagiaan. Cukup. "ADHARA, artinya bintang. Tapi kenapa gak nampakin sinarnya?" Ucap seorang lelaki yang tiba-tiba menghampiri dhara. Di lihatnya gadis yang kini termenung disampingnya, raut wajah yang tidak menampakkan ekspresi apapun, membuat setiap orang yang melihat tidak bisa menebak apa yang sedang dipikirkan gadis itu. "Lo tau land?..." Jeda Dhara dengan pandangan kosong kedepan tanpa melirik lelaki disampingnya. "Awalnya Adhara itu bintang yang paling terang karena dekat dengan matahari, gak ada bintang secermelang itu." Lelaki yang dipanggil "Land" itu hanya menatap dengan raut wajah yang kebingungan, entah Dhara terlalu mengejutkan dengan pikiran-pikirannya. "Lalu kenapa sekarang gak bisa seterang itu?." "Karena, matahari gue pergi land, gue kehilangan matahari gue, gue kehilangan penerang gue land." Kini ia melirik dengan tatapan sendu, sangat terlihat raut kesedihannya. " Lo itu bintang ra, bintang memancarkan sinarnya sendiri." hening. tak ada yang menyaut. " kalo lo lupa, nama gue Leandre Aland Aleodoro, artinya terang seperti matahari, dannn.." ia melirik gadis itu, masih dengan tatapan sendunya. "Eleodoro, hadiah dari matahari." "Jadiii??" Kini Dhara menatap aland dengan raut wajah yang sulit diartikan. Dara tidak menyangka makna nama aland hampir sama dengan sang mataharinya. "Izinin gue Jadi penerang lo ra."
Todos los derechos reservados
#81
galaxy
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • Alkenio
  • MOST WANTED & KETOS CANTIK
  • ARGA [Completed]
  • Dear Heartbeat [COMPLETED]
  • mystery of the past
  • ARGA [REVISI]
  • ASYHILA(COMPLETED)
  • About feelings   (selesai)

"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido