Tetesan Perih

Tetesan Perih

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 23, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Aku bersiap menjalani hariku janjiku kepada ayah akan kutepati Aura Syifa Hendarto nama indah yg diberikan oleh Ayahku.Aku memanglah memiliki sifat seperti ayahku dan bahkan prinsip kita sama "jika kita tidak salah untuk apa takut " didalam hidupku nampak sebuah goresan luka yg mendalam dan bahagimanapun aku harus merelakannya itu semua adalah kehendak sang maha kuasa untuk semua umatnya Aku memang sudah tidak memiliki keluarga yg lengkap tapi bukan berarti aku harus menjadi sosok yg pendiam.Ayah pernah bilang kepadaku "jika aku menangis cepatlah hapus ayah tidak suka anak ayah yg cantik ini terus menangis! kasihan matamu yg indah itu jika nanti membengkak " Ayahku adalah penguat daya tubuhku dan ibu adalah guru pembimbing kehidupan yg akan kujalani meskipun mereka tidak bisa menua bersama setidaknya ada aku yg akan membuat ibuku bahagia dengan caraku ini. Ayahku seorang yg kuat,ia pergi ketika aku mengajak SMP. Ini adalah kisahku,dan perjalanan dari lika liku kehidupan didalam hidupku Ibuku adalah seorang yg kuat,seorang yg tegar,seorang yg selalu ada mendampingiku menjadi penganti ayah sebagai kepala keluarga. Merekalah keluargaku yg akan kubahagiakan dengan segala cara. Kau adalah harapanku satu satunya,jika aku mengecewakanmu berarti aku telah mengingkari janjiku ibu Aura Syifa Hendarto
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)
  • Bitch Daughter (Putri Kupu-kupu Malam) SELESAI✓
  • Perfection of life (GRESHAN)
  • Assalamualaikum Cinta
  • Posesif Sister Laksani Natio
  • cinta tak kau anggap (end)
  • RUMAH KITA
  • HELLO DEAR
  • POSESIF (END)

Pagi begitu cerah dedaunan bergemuruh turun secara bersamaan! Semerbak yang begitu harum dan menawan matahari yang begitu terang menarangi seluruh alam semesta. Terlihat seorang gadis sedang berdiri tampak menghirup udara. "Hufffff! Sejuk sekali!? Awannya sangat cerah dan indah... " Ujar seorang gadis mungil nan cantik angun bak bidadari! Tapi secantik apapun dia dia tetap tidak diinginkan oleh sang orang tua! Kelahiran gadis itu membuat sang papa harus melawan orang tuanya sendiri nenek gadis tersebut dan harus kehilangan nyawa sang kakek semenjak gadis mungil tersebut dilahirkan. "Kalau kamu tidak menginginkan nya biar kan mama yang merawatnya sendiri! Seharusnya kalian bersyukur mempunyai gadis kecil ini! Dia tidak bersalah! Papa meninggal bukan dia penyebabnya tapi kalianlah... " Nenek emosi karna gadis kecil yang masih bayi di telentang begitu keras "Silahkan bawa saja dia dari sini! Aku tidak butuh anak pembawa sial ini bersama ku jika dia disini bisa menjadi malapetaka bagiku... " "Iya mama mau lihat semampu mana kamu sukses ketika menelantarkan anakmu! Demi wanita ini kamu rela membentak ibumu sendiri! Ketika kamu tidak tau arah jalan lagi jangan berharap kalian bisa bertemu kami lagi... " Sang mama (nenek) pergi dan membawa cucu bersama dengannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines