quintessential (TAMAT)

quintessential (TAMAT)

  • WpView
    Reads 1,401
  • WpVote
    Votes 401
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 27, 2021
Rettania menyangka ia selalu sendirian, namun ia salah. Teman masa kecilnya datang kembali setelah membuat luka dihati nya. Lalu ia kembali melakukan kesalahan, ia pikir ia benar-benar sendiri, namun ternyata ada orang lain yang diam-diam memperhatikan nya. "Gue seneng ada dideket lo, the feeling. But not the person, lo emang bukan buat gue, sorry." Ia tak sadar, penyesalan menjadi akhir yang menyakitkan. "Thank you for being such a sweet one, like strawberry milk."
All Rights Reserved
#24
temanmasakecil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secangkir Teh
  • Cerita Tentang Kita
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • HOME FOR WOUNDS
  • Behind the Silence
  • WHY IS IT SO HARD TO SAY? [ Curahan Hati ]✔️
  • Happy Is Bulshit
  • Insecure [REVISI]

Bismillah semoga cerita ku bisa menghibur kalian ya teman-teman. Dan sebelum baca follow dulu ya biar nggak ketinggalan update terbaru dari aku Pertemuan ku ditaman itu membuat teringat akan apa yang pernah ia perbuat pada ku dan ibu ku menjadi kan goresan luka dihati ku akan kata kata yang mereka ucapkan tapi tetap ada rasa terima kasih ku atas apa yang mereka berikan pada ku saat itu. "Pergi kalian dari rumah ku tidak usah kalian injak kan kaki kalian lagi disini kalian sudah tak dianggap lagi"ujar nya pada ku dan ibuku membuat air mata lolos dari pelupuk mata nya membuat hati ku sakit tapi kenapa rasa nya lidah ini kelu untuk menjawab apa yang dikatakan nya Padahal selama ini aku dan ibu ku selalu ada dipihaknya kenapa itu yang ia katakan pada kami Segitu rendah kah harga diri kami bisa dia lakukan seenak nya Kembali..... "Aku takut jika harus mendengar nama itu dan tempat itu lagi membuat ku punya rasa dendam jika harus mendengar nya lagi bahkan bertemu orang orang seperti itu aku sudah tak sanggup lagi mas"ujar ku menangis dalam pelukan hingga baju nya basah karena berapa banyak air mata yang ku keluar kan. "Menangis lah sebanyak kamu mau dek,mas akan disini bersama mu agar kamu tidak takut lagi "ujar nya masih memeluk ku

More details
WpActionLinkContent Guidelines