Story cover for Sebentar Lagi by Wakanda_man
Sebentar Lagi
  • WpView
    LECTURAS 31
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 31
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
Concluida, Has publicado abr 20, 2020
Sebuah cerita pendek (horor) yang cocok dibaca kala magrib. 

Pamali itu bukan sekadar ungkapan, tetapi peringatan. 


© Wakanda Man
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Sebentar Lagi a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
CENAYANG cover
UNIT KOSONG cover
Terperangkap gairah Alam Gaib cover
TEROR ORGANISASI [OG] cover
mine, amora  cover
TAKDIR DIO HANIM ~ BL {Mpreg} cover
Adu Rayu cover
Hah!Dukun? cover
Cinta misteri season 1 Happy ending  cover
ASRAMA 13  ||  Mark Haechan Jeno Jaemin  || cover

CENAYANG

33 partes Continúa

Di bawah gemerlap gedung pencakar langit Shanghai, hantu-hantu modern tidak lagi bersembunyi di sumur tua, mereka bersembunyi di dalam lift, kabel fiber optik, hingga di balik jam tangan mewah. Qiu Dingjie hanya ingin hidup tenang sebagai penjaga toko barang antik milik Li Peien yang eksentrik. Namun, tubuhnya adalah "magnet" bagi roh-sebuah wadah murni yang membuat para hantu rela mengantre demi bisa curhat atau sekadar menumpang lewat. Hidup Dingjie yang berantakan menjadi makin kacau saat Eliot Huang, CEO arogan dengan aura panas yang mampu membakar hantu, datang membawa sebuah kutukan keluarga yang mematikan. Eliot butuh Dingjie untuk bicara dengan leluhurnya, dan Dingjie butuh aura Eliot agar hantu-hantu berhenti menjadikannya bantal guling. Satu kontrak kerja sama terjalin: Eliot menjadi "pelindung fisik" Dingjie, dan Dingjie menjadi "mata" bagi Eliot. Namun, saat rahasia masa kecil yang terkubur mulai terungkap bersama bantuan detektif Jiang Ocean, mereka menyadari bahwa hantu paling menyeramkan bukanlah mereka yang sudah mati, melainkan rahasia yang masih hidup. "Berhenti menyentuhku, Tuan Huang! Aku hanya butuh energimu, bukan lamaranmu!" "Diamlah, Dingjie. Roh di belakangmu bilang kau suka kalau aku menggenggam tanganmu seperti ini."