Nasya

Nasya

  • WpView
    Reads 35,748
  • WpVote
    Votes 2,000
  • WpPart
    Parts 44
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 18, 2020
Kesedihan tidak pergi begitu saja. "Setelah kesenangan pasti akan ada kesedihan, dan luka" Sama seperti senja. Bahwa sesuatu yang benar benar indah akan hilang secara tiba tiba karena langit berwarna gelap akan muncul dan dihiasi oleh bintang bintang kecil. Tidak semua anak kembar memiliki kesamaan yang persis. Tetapi mereka banyak mempunyai perbedaan. Seperti ; fisik, sifat, dan perilaku. Typo ada dimana-mana - yuk baca alur selanjutnya...
All Rights Reserved
#3
membacaindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut Luka Nazea
  • Karamel [Completed]
  • Cinta Dua Waktu
  • Asa | Lengkap ✓
  • GREY [Fiksi Remaja]
  • Langit untuk Asa
  • RAINSAM (SELESAI)
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • BULAN [END]
  • SELANG (Senja dan Langit) [TAMAT]

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines