DevanLisya #NUBAR You&i (sudah Terbit E-book)

DevanLisya #NUBAR You&i (sudah Terbit E-book)

  • WpView
    Reads 6,232
  • WpVote
    Votes 321
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 21, 2022
Cinta itu buta. Tak memandang usia. Wajah. Atau pun kedudukan. Itu benar. Sangat benar. Karena aku merasakannya saat ini. 'Aku memandang dia yang tengah mengoleskan body losion ke tubuh mulusnya membuatku ser-seran. Air liur hampir menetes dari mulut saat handuk itu terlepas. Tak taukah ia bahwa kebiasaan buruknya yang tak menutup jendela dan hordeng membawa sesuatu yang bernama cinta hinggap di hati ini. Oh, dewiku..' Riana hanya mengelengkan kepala, menatap adiknya yang memegang dadanya dengan wajah foker. Mengintip tetangga baru menjadi kebiasaan remaja 18 tahun itu. Riana mengambil sandalnya, melemparnya hingga mengenai kepala Devan. "Turun sendiri atau Kakak seret!" Devan hanya memberi tanda V, dengan wajah polosnya ia turun kemudian menyerahkan kaset dvd pada sang Kakak. "Kakak masuk lagi ya, jangan ganggu lagi. Ini lagi nanggung." Dan si kakak pun kembali masuk. Devan pun kembali memanjat pohon mangga di halaman rumahnya. "Demi cinta apapun aku lakukan!" Hidungnya berair melihat pemandangan dari kamar sana. sesuatu di bawah sana pun bangun. "Ais sial!"
All Rights Reserved
#13
ratna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝘚𝘵𝘦𝘱𝘣𝘳𝘰𝘵𝘩𝘦𝘳 || 𝘔𝘢𝘳𝘬𝘩𝘺𝘶𝘤𝘬 ✔
  • Random Us [TAMAT]
  • Destiny [COMPLETED]
  • DIANA IS MINE (COMPLETED)✔
  • Dear Husband [TAMAT]
  • Terpaksa Melayani Presdir Impoten
  • Keangkuhan Cinta [END]

Haechan yang malang... . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . "Mau ke mana kamu?" Haechan menundukkan kepala, jemarinya saling bertaut, menggenggam ujung bajunya dengan gelisah. "e-echan ingin ke-ke sekolah, h-hyung..." jawabnya terbata-bata. Mark melangkah masuk, menutup pintu di belakangnya dengan pelan. "Siapa yang akan mengantarmu?" tanyanya lagi, suaranya terdengar lebih berat. "e-echan a-akan j-jalan kaki, hyung..." Mark tidak langsung menjawab. Ia berjalan mendekat, mengangkat dagu Haechan dengan jari telunjuknya, memaksanya menatap matanya. "Siapa yang mengizinkanmu keluar?" Air mata kembali bergulir di pipi Haechan. Dengan suara bergetar, ia berkata, "Hikss... e-echan m-minta i-izin Mark hyung... echan m-mau k-ke s-sekolah.. b-bisa..?" "Bisa..." jawabnya akhirnya, suaranya terdengar santai. "Tapi kamu tahu kan, apa yang harus kamu lakukan kalau ingin mendapatkan sesuatu dariku?" Tubuh Haechan langsung menegang. Ia menggigit bibirnya, matanya semakin berkaca-kaca. "Hikss... T-tapi n-nanti... Hikss... echan g-gak bisa j-jalan... Hikss..." katanya dengan nada sedih dan takut. Mark mendekatkan wajahnya, berbisik di telinga adiknya, "Aku nggak peduli." Lalu ia menarik diri, menatap Haechan dengan senyum tipis penuh arti. "Semuanya ada pada pilihanmu, Haechan." Haechan mengepalkan tangannya, tubuhnya sedikit gemetar. Pilihan? Sejak kapan ia punya pilihan? Setiap jawaban yang ia berikan, pada akhirnya hanya menguntungkan Mark. Tidak ada celah untuknya melawan, tidak ada ruang untuknya bebas. Tapi ia ingin ke sekolah. Ia ingin keluar dari tempat ini, meskipun hanya sebentar. "Hikss... m-mark hyung... b-bisa... p-pelan saja...?" Mark menyeringai, jemarinya mengusap pipi Haechan sebelum turun ke lehernya, lalu berhenti di bahunya. "Tentu saja, sayang. Kalau kamu bersikap manis, aku akan mempertimbangkannya." ❗ Penuh dengan adegan dewasa🔞❗ ⚠️ bxb area ⚠️

More details
WpActionLinkContent Guidelines