Arga & Airin

Arga & Airin

  • WpView
    Reads 449
  • WpVote
    Votes 102
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 8, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Nama ku Airin senja anabiya, Panggil aja aku Airin tapi kebanyakan orang memanggil ku dengan sebutan ririn. Di saat semua remaja yang memiliki orang spesial maka orang spesial tersebut akan membuat hidup kita lebih bewarna. Kali ini tidak untuk Airin,kalau bukan karena rasa cinta yang begitu dalam ia tidak akan mampu bertahan sejauh ini dalam menjalankan hubungannya dengan seseorang yaitu Arga Pandewa. Dimana kisah cinta ku hanya bertepuk sebelah tangan, hanya aku yang berjuang tidak untuk Arga. Di balik semua hubungan ini,ada sebuah rahasia yang sangat Airin simpan baik baik selama ini begitupun sebaliknya. "Kamu ga pernah tau apa yang aku rasain selama ini, Ga," Airin menatap Arga dengan tatapan yang susah di artikan. "Lo tau kan? Kalau gue ga pernah suka dan sayang sama lo rin, ini semua karena paksaan." ucap Arga. Selamat membaca
All Rights Reserved
#26
airin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aran [TAMAT] ✓
  • About You Radit! (Selesai + Revisi)
  • AMOUR
  • POSESSIVE ARVIN [GS 2]
  • ZEIRA
  • My possesive boyfriend
  • About You
  • Airin dan Kisahnya
  • Mystery Of Love
  • Tentang Irene [END]

[T A M A T] Story By @bellabelvis Fisik adalah pedoman penilaian. Kebaikan dan senyuman bukan apa-apa dibandingkan fisik yang sesuai idaman. Tapi tahukah kalian? Ada seorang gadis yang bertahan di tengah masa butanya mata hati manusia. Gadis itu adalah Aran. Gadis ceria aneh yang hobinya tertawa dan berlapang dada. Cacian dan hinaan ia terima dengan senyuman. Ujaran kebencian dan teriakan marah ia tampung dengan rela. Baginya, semua hal itu bukanlah masalah. Hingga akhirnya ia bertemu dengan seorang siswa yang mampu mengombang-ambingkan hatinya. Hari demi hari berlalu, waktu seolah berusaha menyatukan mereka. Hanya satu hal yang mulai menghantui pikirannya. Sebuah pertanyaan menohok dari dirinya untuk dirinya sendiri. Pertanyaan tentang apakah ia memang pantas untuk mendapatkan siswa itu. "I wish, you would love me." -Aran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines