ABRIEL
  • WpView
    Reads 321
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 18, 2020
Abriel Adijaya Ganesha. Pria tampan dengan hidung mancung, rahang tegas dan bibir tebal nya yang membuat dia di sukai banyak gadis. Pria itu seperti punya 2 kepribadian karena di satu sisi dia akan bersikap dingin tapi di sisi lain dia akan bersikap biasa saja. Dia tak pernah benar-benar jatuh cinta pada gadis yang ia pacari, karena dia hanya cinta pada sahabat kecil nya yang sampai sekarang masih ia tunggu kehadiran nya. . . . Nadya Zhavira Gunawan. Gadis cantik berdarah Sunda ini memiliki paras yang sangat menawan dengan mata yang indah, hidung yang sedikit mancung dan bibir tipis yang menawan. Ia harus pindah ke Jakarta karena perusahaan cabang sang Ayah yang ada di Jakarta sedang mengalami masalah. Ia terpaksa harus meninggalkan tanah kelahiran nya yaitu Bandung. . . . Hanya dengan kesamaan nama dan barang yang di pakai, Abriel mengira bahwa Nadya adalah sahabat kecil nya. "Aya", ucap Abriel lirih. "Hah?", tanya Nadya tak paham. "Ini El sahabat kecil kamu", jelas Abriel. "Emm tapi gue ga pernah punya sahabat kecil", jawab Nadya. "Gelang yang kamu pake itu cukup membuktikan kalo kamu itu sahabat kecil aku". : : Apa benar Nadya adalah sahabat kecil yang selama ini Abriel cari?! Cuss langsung baca aja.
All Rights Reserved
#66
hurts
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUMANTARA
  • GALASKA [RE-UPLOUD]
  • Felicity [On Going]
  • SAPRI
  • Raden
  • Gardenia | END
  • HANA [HAIKAL & NADYA]
  • ARESKA DAN ALENTA (End)
  • DANGEREUX
  • SABDA [Moving]
BUMANTARA

PLAK!!! Suara tamparan keras yang menghantam pipi seorang gadis yang tengah meringkuk di atas dinginnya lantai toilet. Gadis itu tak melawan, dia hanya diam sambil menatap nanar pada lantai, dia Naya Rivera. "ANJ**G! gak guna lo!" maki seorang siswi itu, sambil sesekali menendang tubuh gadis malang itu. "Maaf." ucap Naya itu dengan nada bergetar, hanya kata itu yang bisa dia ucapkan di balik rasa takutnya. Cih! Bukannya merasa kasihan, siswi itu malah semakin membabi buta dengan menarik keras rambut Naya, lalu mencengkram kuat-kuat rahang Naya. "Apa? maaf lo bilang?! Kata maap lo gak cukup buat nilai tugas gue jadi 100 tolol! Dasar anak pelac*r!" keras dan tidak tahu rasa terima kasih, itulah Rossalia Maharani. Menjadikan Naya sebagai budak untuk mengerjakan semua tugasnya. Naya memang terkenal akan sifat lugu serta kepintarannya, dan Rossa berpikir bahwa mengapa dia tidak memanfaatkan itu semua bukan? Tuntutan akan keluarga Rossa, yang menekan anaknya untuk menjadi yang paling utama dalam hal apapun, apalagi masalah prestasi di sekolahnya. Bagi Naya, sekolah ataupun rumah itu sama saja, iya sama saja tempat yang menyakitkan. Disaat orang lain merasakan rumah menjadi tempat ternyaman, namun itu tidak berlaku bagi Naya. Tamparan bahkan pukulan sudah menjadi bagian yang Naya dapatkan setiap harinya. Tak ada yang menyayanginya, tak ada yang mampu mengerti keadaannya, tak ada seorangpun. Ibu nya? Tidak, dia sama saja seperti orang lainnya. Teman? itu apa lagi, Naya sama sekali tidak mempunyai teman. "Mana ada orang yang mau berteman dengan orang udik seperti saya" pikiran itu yang selalu tertancap keras di pikirannya. Apakah Naya mampu melawan setiap kesedihan nya? Akankah Naya merasakan kebahagiaan seperti yang orang lain rasakan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines