We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Stuck In Memory

Stuck In Memory

  • WpView
    Reads 317
  • WpVote
    Votes 103
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 1, 2020
WpInfo
Fanfic
Fairy Tail
[UPTADE SLOW] Baca aja dulu, di jamin greget hehe... "Gimana gue mau kenal lo, masalalu sendiri aja gue gak tau." "Mulai sekarang gue bakal bantu lo buat inget masalalu lo." *** Kecelakaan setahun yang lalu mampu membuat ingatan Alita hilang. Memulai hidup baru dengan gaya sikap yang baru bukan hal yang mudah. Gadis itu bisa melalui nya. Tapi setelah mengingat semuanya, bagaimana jadinya jika ia mempunyai cinta untuk seseorang di masalalu nya? Akankah ia bisa memilih salah satu cinta dari dua orang?
All Rights Reserved
#30
watty2020
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • Prince And Princess [SUDAH TERBIT]
  • ADEUS
  • AMORAIGER 2 [COMPLETED]
  • The Choice [Completed]
  • Sad Girl
  • AGGA
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • GHOSTING [TAMAT]
  • The Cool BadBoy (REVISI)

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines