We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
You Are Mine Until I Die

You Are Mine Until I Die

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 24, 2020
WpInfo
Fanfic
EXO
"Kasta kita yang berbeda, hanya ada didalam dongeng saja seorang Upik abu bisa bersanding dengan seorang pangeran selamanya" ucap Naya dengan keputus asaanya. Itu adalah kata yang tidak pernah ingin Naya katakan, tapi Naya sadar bahwa itu adalah sebuah fakta yang tidak bisa ia elak. Mata Sehun mengkilat marah, dengan tatapan tajamnya ia mencengkram bahu naya dengan kuat. "Apa kau benar benar berpikir kita sejauh itu! sampai kau dengan lancarnya berkata seperti itu!!" Aura dominan Sehun membuat Naya tunduk bahkan tak berani menatap mata gelapnya saat ini. "Oke kalau kau terus beranggapan kekuasaanku setinggi itu hingga membuatmu tak pantas untuk terus bersamaku ..." Napas Sehun memburu, perpisahan adalah suatu hal yang dapat membuat seorang oh Sehun lemah, dan Naya adalah kelemahan terbesarnya. "Aku tak suka melihat mu menunduk dan tidak menatapku, bahkan saat aku bicara" ucap Sehun dengan penuh nada ancaman. Perlahan Naya memberanikan diri menatap Sehun. Sehun mencondongkan badannya sampai mata dia dan Naya benar benar dekat dan sejajar, sambil berucap pelan dengan aura dominannya. "Aku teruskan ucapanku, jika kau menganggap kekuasaanku setinggi itu maka, aku oh Sehun dengan semua kekuasaanku memerintahkan park naya untuk tidak pernah meninggalkan oh Sehun" Sehun memajukan badannya dan menempatkan bibirnya didekat telinga kanan naya, lalu berbisik. "Dan seseorang yang begitu lemah tidak bisa membantah seseorang yang berkuasa benar?, Ini perintah mutlak"
All Rights Reserved
#355
naya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Lingga
  • Growing Pain🥀
  • Stay with me
  • NAYANA (Complete)
  • Red [Cerita Pendek]
  • help me please.!! (END)
  • Felicity [On Going]
  • Cry Heart ✔️
  • FOREVER OR NEVER - OHMNON ✅

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines