Kisah 3 Ending

Kisah 3 Ending

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 21, 2020
Bulan itu indah. Walaupun bentuknya selalu berubah-ubah. Di setiap bentuk yang berbeda, kadang dinemukan makna tersendiri didalamnya. Makna yang mungkin hanya diri sendiri yang mengerti. Karena dia yang selalu mendengar keluh kesah hati disaat malam. Disaat bersedih, entah kenapa cahayanya selalu lebih cerah. Seakan menghibur, diantara rumitnya kehidupan sebagai manusia. Kadang, bulan juga mengajarkan. Jika indahnya hidup, bukan tentang kita sendiri. Tidak di setiap episode, kita bisa menjadi peran utamanya. Bulan tidak bisa memancarkan cahayanya sendiri. Matahari, yang membuatnya bisa berpendar di kegelapan. Bulan hanya mengorbit, mengikuti arah tata surya berlayar. Karena dia tahu, tak ada gunanya melawan arus. Author amatir ✔️ Bahasa ½ baku ✔️ Garing dan Ga jelas ✔️
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • My Beloved Enemy
  • BINTANG&BULAN
  • The Moon and The Sun [✔️]
  • Mentari Tanpa Sinar
  • Hi Crush! (udah selesai)
  • Bos Galak (ON GOING)
  • SELENOPHILE
  • STAR'SMOON

"Peluk gue Hujan!" "Jangan mati sekarang BODOH!" "Bunuh gue Bumi biar bisa bareng terus!" "Bunda,Bunda.Gelap.Karena warna Awan hilang!" "Cepat berdamai Hujannya Pelangi,biar Hujan lebih bahagia kedepannya" Lo berubah Pel"Itu suara Bulan,dia mengatakan itu dengan isakan karena tidak ada sahutan apapun dari pelangi membuat Bulan semakin terisak.Untung sesuana cafe siang ini tidak terlalu rame itu memudahkan mereka untuk saling bicara tanpa memikirkan pendapat orang lain."Lo ga seperti Pelangi yang gue kenal,lo beda dan lo bukan Pelangi sahabat gue."Untuk satu kalimat dari Bulan membuat Pelangi tersenyum,dia menatap Bintang sebentar dan mengalihkan padanganya kepada Bulan."Bukan gue yang ga lo kenal,tapi lo memang ga kenal gue dari awal"satu tarikan nafas dan kekehan membuat Bulan menatap Pelangi, sedangkan Pelangi yang ditatap hanya diam dengan muka datar."Maaf, maaf,maafin gue,gue tau gue salah tapi tolong jangan hukum gue seperti ini."Bulan makin terisak,air matanya sama sekali tidak membuat pelangi kasian,tapi entahla mungkin hanya Pelangi yang tau apa yang dia rasakan saat ini.Bintang sendiripun merasa sangat bersalah atas semua ini,dia juga mengambil peran penting dalam semua hal perubahan yang terjadi pada pelangi."Makasih,gue pergi.Jangan cari gue lagi,karena Pelangi yang kalian kenal sudah mati."

More details
WpActionLinkContent Guidelines