My Life After Married

My Life After Married

  • WpView
    LECTURAS 73
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, may 9, 2020
Jika tak cinta katakan saja. Jangan karena tak ingin menyakiti kamu pura-pura lupa. Karena luka yang kamu beri mungkin bisa dimaafkan tapi tak terlupakan..... Gimana kehidupan kalian setelah menikah? Apa semanis yang kalian bayangin atau justru berbanding terbalik dengan yang diharapin? Kalo mau baca cerita ini, jangan baper, karena ini hanya karya imajinasi semata untuk mengisi kekosongan. Lanjutkan membaca Jangan lupa Vote & Follow me. Tks
Todos los derechos reservados
#7
theworld
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Sekian Kalinya [END]
  • Trial & Error
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • KEPERGIANMU
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • My Precious Husband
  • (END) Kelahiran Kembali Suster Tentara Penjahat
  • METANOIA
  • CALISTA Book 2

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido