Spark of Darkness

Spark of Darkness

  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 18, 2020
Dunia ini selalu terbagi 2 bagian, cahaya dan kegelapan, kebaikan dan kejahatan, kebajikan dan dosa. Begitu pula dengan kehidupan ini, ada protagonis dan antagonis. Tapi tidak semua makhluk beruntung menjadi protagonis, harus ada yang menjadi lawan dari protagonis tersebut yaitu antagonis. Jika kalian berfikir antagonis adalah semua yang jahat, penuh dosa, dan selalu berada dalam kegelapan. Lantas jika seperti itu apa antagonis tidak berhak mendapat happy end? Dan yang terpenting.... Apa kalian pernah berfikir kalau kalian sendiri lah yang menciptakan antagonis itu sendiri?
All Rights Reserved
#19
legends
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Became The Antagonist
  • When an Antagonist becomes Heroine
  • 13th Sinners : "An Unknown Hero" [End]
  • I'm Serious! [End]
  • ASRAR [TERBIT]
  • ANKERTANIZATION (Ketika Cahaya Bertemu Kegelapan)
  • Princess Of Magic World [END]

Bagaimana perasaanmu jika terbangun di dalam raga orang lain? . Saat Arshinta Kiraina sedang menulis akhir karya terbaik sepanjang hidupnya, takdir berkata lain. Gadis malang yang sampai akhir hayatnya tak pernah merasakan kasih sayang itu kembali ke pelukan sang pencipta. Lucunya semesta belum mengizinkannya berpulang, ia malah terbangun di raga gadis asing. Kavya Arunika, nama dari pemilik raga yang di tempatinya. Entah kesialan macam apa yang menimpahnya, pemilik raga yang di tempati adalah tokoh antagonis dalam cerita yang dibuatnya. Tidak pernah sekalipun Arshinta membayangkan jika ia akan masuk ke dalam cerita yang di tulisnya. Ia memasuki tubuh sang antagonis bodoh yang terobsesi untuk memiliki tokoh utama pria. Rasanya terlalu mustahil, sebab sosok Arshinta dan Kavya merupakan kontradiksi yang salalu berlawanan. "Sekeras apapun gue nyoba untuk berbuat baik, gue akan selalu jahat di mata lo. Karena peran gue sebagai antagonis, bukan tokoh utama dalam cerita ini." -Kavya Arunika, IBTA [Dropped] ㅤ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ ㅤ⌗𝐃isclaimer : 𝟣𝟨+, bahasa, fiction, harsh words & broken english, excuse the typo(s), mentioning (blood, violences, some mental issues), kindly give feedbacks by (vote/comment).

More details
WpActionLinkContent Guidelines