Story cover for DESAK SENJA by Padill11
DESAK SENJA
  • WpView
    LECTURAS 1,479
  • WpVote
    Votos 413
  • WpPart
    Partes 23
  • WpView
    LECTURAS 1,479
  • WpVote
    Votos 413
  • WpPart
    Partes 23
Continúa, Has publicado abr 22, 2020
HIATUS DULU😂.

Senja merekah dengan indah
Menampak kan sinar nya yang kian memerah
Selalu nampak indah
Dengan semburat merekah 
Membuai siapa saja yang melihat dapat tersenyum cerah^^

Nampak anggun gadis tengah termenung di lautan rumput liar, menikmati setiap angin yang berhembus membelai wajah nya lembut. Terlintas wajah damai dengan senyum tipis yang merekah, tak luput raut wajah nya tulus menikmati langit sore dalam kesendirian.

Namun,semua keindahan tak bisa menutup semua sesak yang ia pendam, semua pilu yang di tampak kan oleh pancaran mata nya, mata sayu yang perlahan menitihkan bulir bening hingga jatuh membasahi senyum yang masih terlukis indah di pipi.

Entah luka apa yang tampak begitu jelas seakan membuatnya tambah begitu rapuh dalam kesendirian.

            ꧁꧂

"Huaaaaaaaaaaaaa" teriak nya terdengar gemetar

"Cukupppppp tuhannn aku lelahh" ucapnya lantang pada sang senja

"Hiks hiks, kenapa! Kenapa ini harus terjadi pada hidupku" tangisnya pecah membelah hamparan rumput.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir DESAK SENJA a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#653badgirls
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Pertemanan di balik Kutukan [On Going] de AYA_MNK
28 partes Continúa
🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2022 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
[2] Keluarga Kaktus | Ondah Family cover
Antara Pilihan Berat Kamu Atau Dia { HIATUS } cover
SENANDIKA (Zeedel) cover
between love and edelweiss 2 [END] cover
Semu [Completed] cover
ELANOAVA [COMPLETED] cover
Pertemanan di balik Kutukan [On Going] cover
She(r) cover
Halaman Terakhir Untuk Gara [END] cover

[2] Keluarga Kaktus | Ondah Family

14 partes Concluida

"Dasar keluarga kaktus! " "Saling menusuk satu sama lain! " • "Papa tuh udah aki-aki, gelo nya kurangin dikit napa" "Dasar ternak! sopan banget lu begitu sama bokap" • "Gue ga di anggep anak nih?" "Lu mah anak pungut!"