Kursi Roda

Kursi Roda

  • WpView
    Reads 955
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 10, 2022
"Kau bersikap seperti ini karna keadaanku, kan" Haruno masih menatap jendela dan tersenyum. Ryouta yang berlutut di depan, menarik tangan Haruno agar jatuh ke pelukannya, " aku tulus kepadamu, Haru." Suara lembut itu nyaris tak terdengar. "Takdir mempertemukan kita, memisahkan kita, kemudian mempertemukan kita lagi. Namun, pada akhirnya tetap akan memisahkan kita." "Takdir seperti mempermainkan kita." ------- Hanya penulis amatir Masih banyak tulisan yang belum sesuai pengejaan Thanks for reading my story~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lepas, lalu tumbuh ||On Going||
  • CLOUDY HEART
  • Ada Aku
  • 🔞 LOST VOW 🔞 ✅
  • Sakura: MSDK✓ [ SasuSaku ] END
  • The Stalker's Justice (SasuSaku) ✅
  • Our Second Time ✓
  • BUNGA CINTA DILEMA (BCD)
  • Road To Ninja : Sasuke In Mirror World
  • Guanlin: "Guan & Alin"

Kini kau datang membawa sesal-sesalmu datang terlambat, seperti hujan yang turun setelah api yang telah habis membakar segalanya. Setelah kau putuskan dengan mantap melangkah di jalan yang kau sebut terbaik, tanpa menoleh ke belakang, bahkan kau seperti tak sudi lagi menggenggam tanganku, nyatanya ini juga tangan yang dulu dengan senang hati merangkulmu dikala sedih dan menyambut rapuhmu kala kau tak sanggup berdiri. Kau belah 'kita' menjadi dua yang asing 'aku' dan 'kamu', tanpa ragu, seolah semua kenangan tak lagi berarti, seolah cinta tak pernah menjadi alasan untuk kita bertahan. Kau tak tahu saja, tulus ini tiada yang jual di pasaran. Kelak jika nanti dia yang kau pilih tak lebih dari aku, ingat satu hal dariku ; hati yang pernah terluka tak selalu ingin disembuhkan oleh tangan yang sama yang membuatnya retak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines