AL & ZEL

AL & ZEL

  • WpView
    Reads 3,458
  • WpVote
    Votes 785
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 10, 2022
[ SELAMAT MEMBACA ] "Lo pernah denger kan kata ,jangan bertengkar terus nanti kalian saling suka, gue ngga mau akhir dari kisah ini lo suka sama gue." ujar azel sembari menatap ke arah langit yang mulai gelap. "Tau,dan Lo ngga perlu takut,gue ngga akan pernah suka sama Lo."sahut aletta santai sambil mengamati api unggun dihadapannya. "Gue ngga percaya." "Kenapa?" "Karena sekarang gue udah mulai suka sama lo!" Degh "Hah?" 22/04/20
All Rights Reserved
#251
remajasma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Caramel
  • GASA [end]
  • LOVE STORY QIANARRA
  • ON SIGHT (Completed)
  • Arsyilazka
  • ALGARA & ALTARA [End]✓
  • RAISEN
  • NATHAN
  • DAVARA
Caramel

[ T A M A T ] "Punya mulut dijaga!" desis Caramel. "Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus. Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang. "Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana. Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan. Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois. Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki. Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?

More details
WpActionLinkContent Guidelines