Misi Cintaku

Misi Cintaku

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 24, 2020
"Tumben Lo ga belajar?lu kan kutu buku",kata Sarah "Diem lu,sejak kapan gue kutuan dongo!gue lagi mbaca ini nih tips dapetin cowo",sahut gue "Oiya gue lupa,Lo kan juara kelas karena keajaiban haha.btw Emang siapa yang mau Lo deketin?",tanya Sarah "Enak aja,gue Sks dong:v sistem kebut semalam,itu buat jadi juara tetap! Itu Deva 11 IPS 4",jawab gue dengan lantang "Gila lu!Kakel es itu?Gila si udah gila",kata Sarah dengan heran "Dia tuh waw Sar!"kata gue "Disekolah ini gaada yang bisa nyairin dia Ran,Lo gila apa?Dia juga gue liat pergaulannya..." "Mau gimanapun,Dimata gue itu dia paling uwow!"kata gue sambil motong omongan Sarah "Emang Lo yakin dia suka perempuan?Dia ga pernah baik ke perempuan.Dia ga pernah bergaul sama satu cewek pun",sahut Sarah "Lo bakal liat, gue jadi temen cewe satu-satunya Dan bahkan jadi pacarnya.Gue punya 10 misi ndapetin Deva.Ini harus berhasil pokoknya!!!!",sahut gue
All Rights Reserved
#371
kakel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Kalisa (End)
  • ATHAREZA
  • Penyatu Rasa [Selesai]
  • crazy and crazy
  • LOVE STORY QIANARRA
  • Because I'm Stupid (End)
  • BAD GIRL VS KETUA OSIS✓
  • MY CRUSH
  • PENA ASMARA | TAMAT✅
  • MOST WANTED & KETOS CANTIK

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines