Teh Rere adalah korban pembunuhan di keluarganya, karena dendamnya yang amat sangat besar kepada si pembunuh, teh Rere dibangkitkan arwahnya oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab hingga bergentayangan menjadi kuntilanak kepala buntung yang meneror desa Cirindang. Karena ambisinya untuk menemukan si pembunuh, arwah teh Rere selalu meneror dan membunuh beberapa warga di desa Cirindang. Karena itu sesepuh desa Cirindang mengadakan ritual pembersihan sekaligus mengikat arwah teh Rere di rumahnya sendiri hingga bertahun-tahun lamanya. Karena itu teh Rere mulai kesepian hingga suatu hari datanglah sebuah keluarga yang memiliki anak berusia 8 tahun bernama Doni menempati rumah itu. Melihat Doni yang memiliki mata batin, arwah teh Rere mulai merasa senang karena ingin menjadikannya temannya. Bersamaan itu ikatan mantra yang dipasang untuk mengikat teh Rere mulai longgar hingga teh Rere bisa leluasa bebas dari rumah yang menjadi pengekangnya. Hingga beberapa lama di rumah itu Doni mulai dekat dengan sosok teh Rere, hingga teh Rere selalu menceritakan apa yang akan ia 'lakukan' kepada seseorang yang memiliki sifat serakah, merasa tinggi, jahat, dan memiliki ikatan dengan hal Goib.
More details