Red Dress!

Red Dress!

  • WpView
    LECTURAS 14
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, abr 22, 2020
WpInfo
Ficción
Misterio
Sebuah kota kecil bernama Hatala menjadi viral di media sosial baru-baru ini, dimana telah ditemukan sesosok mayat perempuan berbalut gaun merah dan wajahnya yang dipoles menggunakan makeup serta setangkai mawar merah tergenggam oleh tangannya. Kasus ini menjadi menjadi viral dengan semakin bertambahnya korban-korban. Kepolisian telah menyatakannya sebagai kasus Red Dress Serial Killer. Fatimah, salah satu ahli forensik di kota Hatala, yang melakukan otopsi terhadap korban-korban mendapatkan pesan aneh dari seorang anonim. Semakin diperhatikan, Fatimah menemukan keterkaitan antara pesan itu dan kasus yang terjadi. Mungkinkah ia pembunuhnya? Sebenarnya mengapa orang tersebut menantangnya? Apa yang sebenarnya motif dari kasus pembunuhan gaun merah ini?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Misteri Si Gadis Kucing
  • [TERBIT] High School of Mystery: Scarlet Case
  • Sarah [END]
  • MURDERER IN THE SCHOOL [Completed]
  • The Search : Pembunuhan Di Sekolah ✓
  • Hantu Paling Aneh
  • TEH RERE
  • Silent Rose.  (Complete)
  • School Case [COMPLETED]
  • Murder of the Principal [END]

Di sinilah semua kisah itu dimulai. Seorang Wanita yang menyebut dirinya Si Gadis Kucing. Setiap malam dia berkeliling ke setiap sudut gang pemukiman kota. Membagi-bagikan makanan kepada setiap kucing liar yang dia temui. Pada suatu pagi, ditemukan sesosok mayat di sebuah rumah susun. Polisi datang dan menyelidiki. Terdapat banyak bekas cakaran kucing di wajah korban, sekotak sereal makanan kucing tumpah ruah mengotori lantai di sekelilingnya, sepanjang lantai semenjak pintu masuk, jejak langkah cap darah berbentuk telapak kaki kucing juga ditemukan. Semua petunjuk ini tak mengarah ke hal lain, kecuali hanya tentang kucing. Keesokan harinya, ditemukan lagi hal serupa di distrik sebelah. Polisi masih terus menyelidikinya. Hingga sebagian penduduk kota semakin menyadari bahwa setiap kucing liar di kota ini menjadi semakin buas dan galak dengan sorot mata lebih tajam dari biasanya. Apa yang terjadi? ***

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido