ITS CANDRA

ITS CANDRA

  • WpView
    Reads 380
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadComplete Sat, May 9, 2020
Setiap pemikiran logika dari masing masing insan mungkin berbagai macam, namun hal itu bukan berarti menjadi sebuah alasan untuk tidak patuh aturan. Islam mewajibkan bukan tanpa sebab, karna sebab di rangkai berdasarkan akibat. Termasuk dalam prihal menutup aurat. Memutus satu impian, yang di sandingkan dengan harapan. Memilih menitipkan harapan tersebut kepada sang pemilik hati. Masalah hasil akhir biarlah sang kuasa yang mengatur. Tugasmu hanyalah berdoa, berusaha, dan menerima apapun hasilnya. Begitu pula dengan candra, yang sama sekali tak pernah membayangkan akan menjadi wanita yang tak pernah ia fikirkan sebelumnya. Namun siapa sangka, seorang Laura Candra Kanesya gadis yang meliki paras cantik yang enggan untuk menutup aurat akhirnya di takdirkan menjadi seorang wanita shalihah dan ahli Qur'an. Mungkin hal tersebut sangat sulit di bayangkan oleh candra, akan tetapi ketika allah berkehandak.? Takdir tak ada yang bisa menebak. Akankah allah menyandingkan candra dengan sahabat masa kecilnya, atau bahkan seorang ahli tafsir yang pernah di bayangkan oleh candra.? Atau bahkan seorang ahli maksiat agar candra bisa menuntunyya kejalan yang benar.? Ntahlah, yang pasti skenario allah itu indah.
All Rights Reserved
#157
muslimah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Qanita
  • KANALA (TERBIT)
  • Kutemukan Cinta Di Tanah Suci
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Izinkan Aku Untuk Berubah
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • tasbih cintaku
  • SEGITIGA CINTA
Qanita

"Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa. Kita jalan masing-masing dan jangan ganggu aku lagi!" Qanita Zaura Nindya, gadis berusia 20 tahun itu mematung, seluruh tubuhnya seakan kaku. Qanita berusaha untuk mencerna setiap kata yang baru saja ia dengar. Apakah itu hanya ilusi? Seseorang yang dulu sangat mencintainya dan selalu bersamanya, kini dengan santai mengucapkan kata perpisahan. "Dit, aku bisa jelasin semuanya. Apa yang kamu lihat ini salah." Qanita berusaha untuk mencegah langkah lelaki itu sekuat tenaga, tentu dengan air mata yang tidak bisa berhenti keluar dari pelupuk mata. "Raditya Evansyah. Aku mencintaimu!" Suara Qanita begitu lantang mengucapkan kata cinta kepada lelaki yang kini meninggalkannya. Namun lelaki itu tidak memedulikannya sama sekali, ia terus berjalan tanpa beban. Pantaskah Qanita menangisi lelaki seperti itu? Pantaskah dia mempertahankan cinta yang hanya menimbulkan luka? Saat Qanita sudah hancur, semua yang ada di angannya pun hilang, lenyap begitu saja. Bagai mimpi tapi ini nyata! Kepingan indah kini berserakan tak ada harganya, bagaimana Qanita bisa menyatukan kembali mimpi itu dalam genggaman rida Allah. Hancur adalah titik paling menyakitkan dalam hidup! Sertakan sumber jika ingin mengutip tulisan sederhana ini. -Allah Maha Melihat- Start 17 November 2019 Finish --

More details
WpActionLinkContent Guidelines