MalaRaka

MalaRaka

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 24, 2020
CINTA... Mengapa ada cinta jika datang hanya untuk menorehkan luka? Mengapa harus ada perpisahan yang menyakitkan? Lagi lagi takdir dengan begitu kejamnya merenggut orang orang yang kusayangi.. MENGAPA?? Apa aku ditakdirkan hanya untuk ditinggalkan? Atau tuhan kan berbaik hati mengizinkanku tuk merasakan akhir yang indah dalam cerita hidupku? MALA CANTIKA Kamu satu satunya wanita yang berhasil menarik perhatianku, Membuatku ingin mengenalmu lebih jauh Membuatku ingin melindungimu dan membuatmu selalu tersenyum Senyum tulus yang penuh kebahagiaan, bukan senyum yang menyimpan banyak luka Akan aku buktikan bahwa takdir tak sepenuhnya kejam.. RAKA ALVARO
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elegi Rasa : Pergi
  • ALVINA
  • ADEUS
  • LOST MY BREATH (ON GOING)
  • Sinful (Tamat)
  • you again ✔
  • Restu Tuhan
  • TIPU DAYA CINTA [End]
  • Destiny.

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines