Go, Again? [Slow Up]

Go, Again? [Slow Up]

  • WpView
    LECTURAS 391
  • WpVote
    Votos 78
  • WpPart
    Partes 16
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, ago 21, 2020
Menunggu? Sedangkan dia tidak memberi mu kejelasan. Apakah kamu mau hanya bahagia sebentar dengan orang yang membuat senyum mu selalu mengembang, berada dekat nya membuat kamu harus bersenam jantung apakah kamu mau? Kalian ditakdirkan untuk berpisah dan kalian tau itu, apa yang kalian lakukan? Memperlambat perpisahan atau disaat itu juga kalian langsung berpisah tanpa berpikir lebih dahulu? ~~~~~~~ Aku bahagia dengan mu, kita sama - sama bahagia di kala itu. Apakah kamu akan mengorbankan segalanya untuk cinta kita? Aku siap menunggu asal kamu siap memperjuangkan cinta kita, tapi maaf bila kamu hanya diam saja aku tidak akan menunggu... -Kina Dermawan Cinta? Beberapa orang percaya itu dan aku salah satunya. Aku masih bingung dengan perasaan ku kepadamu masih, pikiran ku berkelana tentang rasa ini. Jadi apakah kamu mau membantu ku untuk menyelesaikan masalah terhadap perasaan ku? -Maxvel Alexandria Ego! Itu permasalahan di hubungan kalian, ego kalian terlalu besar dari pada berbicara jujur. Kalian tidak bohong memang tapi kalian tidak ingin berbicara satu sama lain. Masalah kalian hanya di ego! -Go, again? •••••••••••••••• Cerita hasil imajinasi dan kenyataan sendiri !! Peringkat : : #1 in Vernan [27/06/2020] #3 in Dermawan [27/06/2020] #2 in Vernan [2/07/2020]
Todos los derechos reservados
#2
dermawan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • She-Raga[END]
  • ZATARFA (Tamat)
  • Destiny Line
  • PRINCE PSYCHO | NA JAEMIN ✅
  • ARBIAN [ ON GOING ] √
  • Prestige
  • Possessive Badboy [END]
  • The King of Hazsa {Tidak Dilanjutkan}
  • YOU

"Bohong kalau Lo gak suka sama gue!". Ego bersarang pada dua remaja yang tak saling memiliki, dalam artian ego penghalang rasa. Gengsi? Tentu, siapa yang tak malu saat dekat dengan orang yang kita suka. Apalagi saat kita sendiri sulit mengartikan perasaan itu. Ingin mengakui, tapi ragu. Disinilah kisah dua perasaan itu di ketik. Hati mereka saling terikat, tapi lagi lagi logika menampiknya. Mampukah mereka meruntuhkan ego yang berdiri kokoh di antara keduanya? Mampukah mereka jujur dengan perasaan masing masing? ⚠️COVER BUKAN TEMPAT UNTUK MENILAI ISI SEBUAH CERITA.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido