Topeng Violin

Topeng Violin

  • WpView
    reads 632
  • WpVote
    Stemmen 234
  • WpPart
    Delen 2
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd don, mei 21, 2020
HIATUS, LAGI GA MOOD NULIS. Ini adalah cerita tentang topeng. Tidak. Ini bukan cerita tentang perempuan menderita yang sok memasang topeng bahagia didepan dunia. Juga bukan tentang perempuan rapuh yang memasang topeng seolah dia adalah cewek kuat yang tidak membutuhkan sandaran. Oh, come on, dunia sudah terlalu membosankan dengan omong kosong tak berguna seperti itu. Ini adalah kisah tentang manusia kejam nan sadis yang mengenakan topeng dengan sangat sempurna seolah dia adalah pribadi periang yang humoris. Pribadi yang begitu pintar menyunggingkan senyum guyon untuk menutupi seringai culas dibaliknya. Ini bukan cerita melankonis yang menghadirkan derai air mata pembacanya. Tapi ini adalah cerita menegangkan yang memacu dentaman pada jantung, membuat ritme ketuk jantung yang awalnya berdetak teratur menjadi berpacu menghentak tak terkendali. Membuat gurat wajah yang awalnya tenang menjadi pias menghadirkan bulir keringat dipelipis. Ini adalah novel berjudul topeng, cerita aksi yang menyelipkan komedi dan romansa untuk menyempurnakannya. Ini adalah kisah tentang hidup Violin. Tentang topeng yang dikenakannya dengan sangat sempurna untuk menutupi betapa kejinya seorang Violin Melodi Antasena.
Alle rechten voorbehouden
#35
rasya
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Medium Ugly
  • [BUKAN] Couple Goals 2
  • fantasi vtuber
  • Hydrangea✓
  • Upil Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Jari Kelingking
  • Breaking The Script [END]
  • Lady Antagonis (TAMAT)
  • Behind The Smile
  • LION or NASKARA Sang Pengendali Cerita
  • SHADOWS IN A VESSEL

Medium Ugly adalah kumpulan tulisan pendek dari seorang manusia biasa-yang tidak tampan-tampan amat, tapi terlalu cerewet untuk diam. Hidup itu nggak selalu mulus, nggak selalu glamor. Kadang, justru hidup terasa lebih nyata saat kita ketiban sial, malu di tempat umum, atau dikejar kecoak terbang di dapur. Dalam Medium Ugly, Nara Senandika mengajakmu jalan-jalan ke keseharian yang absurd: dari drama sendal putus di mall, fitnah bau bus, duel sengit melawan kecoak terbang, sampai operasi rahasia berburu cemilan di resepsi pernikahan. Lewat tulisan santai, lucu, dan penuh rasa bersalah yang dibungkus tawa, Nara menunjukkan bahwa kita semua pernah malu, pernah salah kostum, pernah dituduh kentut, dan pernah merasa sendirian dalam kekonyolan kita sendiri. Ini bukan buku yang akan mengubah hidupmu. Tapi mungkin, akan mengubah caramu tertawa melihat hidup sendiri. Karena kadang, yang kita butuhkan bukan motivasi... tapi validasi bahwa hidup memang aneh dan kita semua sama-sama bingung.

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen